Tautan-tautan Akses

Debat Demokrat Fokus pada Ekonomi dan ISIS


Hillary Clinton, kanan, berbicara pada Bernie Sanders di sela-sela waktu istirahat pada debat calon presiden dari Partai Demokrat, di Saint Anselm College, Manchester, N.H., 19 Desember 2015.
Hillary Clinton, kanan, berbicara pada Bernie Sanders di sela-sela waktu istirahat pada debat calon presiden dari Partai Demokrat, di Saint Anselm College, Manchester, N.H., 19 Desember 2015.

Para bakal calon presiden AS dari partai Demokrat hari Sabtu (19/12) mengatakan mereka memusatkan perhatian pada ekonomi dan upaya mengalahkan ISIS.

Senator Vermont Bernie Sanders mengatakan AS tidak bisa dianggap sebagai polisi dunia dan bahwa perang melawan ISIS perlu koalisi yang mencakup Rusia dan pasukan Muslim dari kawasan itu. Dia mengatakan akan memberitahu Arab Saudi untuk fokus pada ISIS daripada bertempur di Yaman, dan kepada Qatar untuk menyalurkan sumber daya untuk memerangi ancaman teror di dekatnya daripada menghabiskan jutaan dolar untuk Piala Dunia.

Mantan Menteri Luar Negeri Hillary Clinton juga mendukung upaya koalisi, dan mengatakan perlu dukungan dari pasukan Sunni dan Kurdi. Dia mengatakan adalah suatu kesalahan strategis untuk mengirim pasukan darat AS kembali ke kawasan itu, karena itu adalah hal yang dikehendaki militan.

Kandidat ketiga, mantan Gubernur Maryland Martin O'Malley, menggarisbawahi perlunya membentuk aliansi baru bagi ancaman modern, dan merujuk pada upaya Uni Afrika di Somalia.

Menjelang debat terakhir tahun ini di negara bagian New Hampshire, jajak pendapat nasional menunjukkan Clinton unggul dari Sanders dengan lebih dari 20 poin, dengan margin lebih sedikit di Iowa, di mana para pemilih akan pertama kali memilih dalam pemilihan pendahuluan tanggal 1 Februari. Sanders unggul sedikit dalam jajak pendapat di New Hampshire, yang akan memilih 9 Februari. O'Malley hanya memiliki sedikit dukungan dalam semua jajak pendapat.

Sementara itu, Clinton, yang kerap menjadi sasaran serangan para kandidat dari Partai Republik dalam debat mereka, menyebut kandidat terdepan Donald Trump sebagai “perekrut terbaik” bagi ISIS. Ia mengatakan, menanggapi ancaman teror dengan kefanatikan bukan kepentingan terbaik Amerika.

Ia juga mengatakan perlunya meningkatkan proses pemeriksaan para pengungsi yang ingin memasuki Amerika. Sementara itu O’Malley mengatakan jika krisis pengungsi memburuk, Amerika seharusnya menerima lebih banyak pengungsi. [vm/uh]

XS
SM
MD
LG