Tautan-tautan Akses

Dari 6 WNA di Kelompok Santoso, 5 Orang Sudah Tewas

  • Yoanes Litha

Kabid Humas Polda Sulawesi Tengah, AKBP Hari Suprapto memperlihatkan foto Mustafa Genc alias Mus’ab asal Uighur, China anggota Kelompok Santoso yang tewas di Poso (VOA/Yoanes).

Kabid Humas Polda Sulawesi Tengah, AKBP Hari Suprapto memperlihatkan foto Mustafa Genc alias Mus’ab asal Uighur, China anggota Kelompok Santoso yang tewas di Poso (VOA/Yoanes).

Kepolisian Daerah Sulawesi Tengah menyebutkan dari enam warga negara asing dalam kelompok teroris Santoso, lima di antaranya sudah tewas, sedangkan satu orang lainnya diperkirakan masih hidup.

Kepolisian Daerah Sulawesi Tengah memastikan terduga teroris yang tewas di desa Patiwunga Kecamatan Poso Pesisir Selatan, Kabupaten Poso pada Minggu 24 April 2016 silam adalah DPO bernama Mustafa Genc alias Mus’ab yang merupakan warga negara asing berasal dari Uighur, China.

Kabid Humas Polda Sulawesi Tengah AKBP Hari Suprapto pada Rabu sore (27/4) mengatakan Mustafa Genc merupakan orang kelima dari orang asing asal Uighur dalam kelompok Santoso yang telah tewas selama pelaksanaan Operasi Tinombala 2016 di Poso Sulawesi Tengah.

“Untuk DPO yang tertembak di Patiwunga pada hari Minggu tanggal 24 April, itu dipastikan atas nama Mustafa Genc alias Mus’ab. Yang bersangkutan adalah dari Uighur, China, dan ini merupakan warga Uighur yang kelima yang berhasil ditindak oleh Satgas Operasi Tinombala,” ungkap Hari Suprapto.

Mustafa Genc alias Mus’ab diketahui berperan sebagai penembak dalam kelompok Santoso, dan terlibat setidaknya dalam tujuh peristiwa terkait penembakan, pembunuhan dan penculikan baik terhadap warga sipil maupun aparat keamanan di Poso, Sulawesi Tengah sepanjang tahun 2014 hingga 2015.

“Dia diperkirakan terlibat dalam semua kegiatan yang lebih kurang ada tujuh, mulai dari penculikan warga, kemudian penyerangan terhadap anggota Polri, kemudian anggota TNI, dan juga beberapa pembunuhan lainnya,” tambah Hari.

AKBP Hari Suprapto menjelaskan Kejahatan Mustafa Genc diantaranya pada tahun 2014 diketahui terlibat dalam peledakan bom di desa Dewua, penyerangan mobil taktis Brimob di Jalan Tangkura, penculikan dua warga desa Sedoa Kecamatan Lore Utara, penculikan tiga warga desa Tamadue Kecamatan Lore Timur, dan pembunuhan seorang warga desa Tauca, Poso Pesisir Selatan.

Pada tahun 2015 ia juga terlibat dalam pembunuhan tiga petani warga desa Tangkura, pembunuhan tiga warga desa Sausu, serta penembakan yang menewaskan dua anggota Polisi, yaitu masing masing Iptu Bryan dan Brigadir Wahyudi Saputra.

"Mustafa Genc alias Mus’ab ini diketahui bergabung sejak tahun 2014 bersama lima orang rekannya. Dari jumlah enam orang itu, sudah lima yang tewas, sedangkan satu orang lainnya bernama Ibrohim diperkirakan masih hidup. Kelima orang asing anggota kelompok Santoso yang sudah tewas itu adalah Faruq, Abdul Azis, Turan alias Joko, Nurettin Gundogdu alias Abdul Malik alias Malik, dan Mustafa Genc alias Mus’ab," lanjut Hari Suprapto.

Menurut Polisi, keenam orang asing dalam kelompok Santoso itu datang bersama 10 orang lainnya sekitar bulan September 2014, namun 4 orang di antaranya yaitu masing masing Abdul Basit, Ahmad Bus Okhlan, Altenje Bairam dan Ahmad Bozoglan sudah lebih dulu ditangkap Polisi di desa Ampibabo, Kecamatan Ampibabo Kabupaten Parigi Moutong. Keempat orang itu kemudian dijatuhi hukuman rata rata enam tahun penjara dalam persidangan di Pengadilan Negeri Jakarta Selatan.

“Secara keseluruhan yang bergabung di kelompok Santoso adalah enam orang, sehingga kalau secara keseluruhan rombongan inikan 10 orang, kala itu yang empat dilakukan penangkapan di Parigi. Enam orang berhasil bergabung ke kelompok Santoso dan ini Mustafa yang kelima. Sehingga di dalam, diperkirakan masih ada satu warga Uighur, diperkirakan atas nama Ibrahim,” imbuhnya.

Operasi Tinombala 2016 yang digelar untuk mencari dan menangkap Kelompok Santoso sejauh ini masih berlangsung di Poso Sulawesi Tengah. Operasi penegakan hukum gabungan TNI dan Polri itu melibatkan dukungan 3000 personel gabungan yang di antaranya berasal dari satuan-satuan elit yaitu Kopasus, Marinir, Den Jaka, Raiders, Taipur dan Brimob. Kelompok Santoso sendiri saat ini diperkirakan tinggal berjumlah 25 orang, termasuk diantaranya tiga perempuan. [yl/lt]

XS
SM
MD
LG