Tautan-tautan Akses

Darah, Keyakinan dan Politik Warnai Hari Ashura di Lebanon


Para pria Muslim-Syiah merayakan hari Ashura di Nabatieh, Lebanon, Rabu 12/10 (foto: J. Owens/VOA)

Para pria Muslim-Syiah merayakan hari Ashura di Nabatieh, Lebanon, Rabu 12/10 (foto: J. Owens/VOA)

Darah menetes di jalan-jalan di bagian selatan kota Nabatieh di Lebanon ketika warga Muslim-Syiah memperingati hari suci Ashura, yang mencerminkan akar keyakinan mereka.

Di seluruh dunia jutaan warga Muslim-Syiah memperingati Hussein – cucu Nabi Muhammad – yang kematiannya dalam pertempuran pada tahun 680 setelah Masehi menandai perbedaan aliran dalam Islam hingga saat ini.

Sebagaimana mereka yang menganut aliran ini warga Muslim-Syiah di Lebanon turun ke jalan, dengan mengenakan pakaian hitam sebagai tanda berduka.

Jumlah terbanyak terdapat di bagian selatan pinggiran kota Beirut, di mana seluruh pemukiman memperingati hari suci ini dan jalan-jalan di bagian selatan kota itu ditutup.

Namun di Nabatieh, ritual menyiksa diri hingga berdarah- darah, yang tidak dilakukan penganutnya di tempat lain, menjadikan lokasi ini berbeda dari tempat lainnya. [em/ii]

XS
SM
MD
LG