Tautan-tautan Akses

Dalam Sekali Cukur, Domba Australia Hasilkan Wol untuk 30 Sweater


Foto tanpa tanggal yang disebarkan pada 2 September 2015 oleh RSPCA menunjukkan seekor domba merino raksasa di pinggiran kota Canberra.

Foto tanpa tanggal yang disebarkan pada 2 September 2015 oleh RSPCA menunjukkan seekor domba merino raksasa di pinggiran kota Canberra.

Organisasi yang menyelamatkan domba merino jantan yang diberi nama Chris itu, akan mendaftarkan 40,45 kg wol pada Guinness World Records.

Seekor domba yang hilang dan gondrong ditemukan di semak belukar Australia, dan dicukur untuk pertama kalinya hari Kamis (3/9) dan menghasilkan 40 kg wol, sama dengan 30 sweater, mengurangi berat badannya hingga lebih dari setengah.

Tammy Ven Dange, CEO Canberra RSPCA, yang menyelamatkan domba merino jantan yang diberi nama Chris itu, mengatakan ia akan mendaftarkan 40,45 kg wol tersebut pada Guinness World Records. Seorang staf organisasi yang berbasis di London tersebut belum memberikan komentar tentang hal ini.

Wol yang diambil dari seekor domba dalam sekali cukur paling banyak seberat 28,9 kg dari seekor domba merino liar New Zealand yang diberi nama Big Ben bulan Januari tahun lalu, menurut situs Guinness World Records.

"Ia kelihatan sehat, seperti domba lain," kata Ven Dange, sementara domba yang kini beratnya 44 kg tersebut beristirahat di tempat perlindungan hewan di Canberra. "Yang jelas, beratnya hanya separuh dari sebelumnya."

Rekor dunia baru sebanyak 40,45 kilogram berhasil dikumpulkan dari domba yang ditemukan di semak belukar di pinggiran Canberra, Australia.

Rekor dunia baru sebanyak 40,45 kilogram berhasil dikumpulkan dari domba yang ditemukan di semak belukar di pinggiran Canberra, Australia.

Pencukur handal Ian Elkins mengatakan domba tersebut kelihatannya berada dalam kondisi sehat setelah dipisahkan dari bulunya yang sangat tebal dengan dibius.

"Saya pikir dia belum pernah dicukur sebelumnya dan saya pikir usianya mungkin sekitar 5 atau 6 tahun," kata Elkins.

Chris ditemukan dekat Mulligans Flat Woodland Sanctuary di luar Canberra oleh seseorang yang berjalan di semak belukar yang takut ia tidak bisa bertahan hidup karena musim panas di belahan bumi selatan akan datang. Ia ditemukan beberapa kilometer dari peternakan domba terdekat. Ia kemudian menamai domba tersebut dengan nama Chris, diambil dari nama domba di acara komedi televisi "Father Ted."

Chris diselamatkan oleh RSPCA pada hari Rabu dan dibawa ke Canberra, di mana ia dicukur dalam keadaan dibius karena ia stress bertemu dengan manusia dan karena kemungkinan ia merasa kesakitan ketika bulunya yang tebal dicukur.

Ven Dange berkata domba tersebut mengalami luka bakar di kulitnya akibat air seni di bulunya dan mungkin bisa meninggal dalam beberapa minggu bila tetap berada di alam bebas.

"Ketika kami membawanya ke tempat ini kemarin, ia sangat pemalu, ia gemetar, ia memalingkan mukanya dari orang-orang dan hampir tidak bisa berdiri dan berjalan," ujarnya.

"Obat biusnya mungkin mulai hilang efeknya sekarang, tapi ia sudah mau mendekat dan minta dielus. Ia kelihatan jauh lebih baik," ujarnya.

Ia mengatakan Chris akan dicarikan rumah baru setelah dokter hewan menyatakan ia telah pulih total.

Elkins mengatakan bulunya terlalu panjang untuk dijual. Ia berharap bulunya bisa disimpan di museum.

"Saya tidak bisa bilang bulunya berkualitas tinggi, tapi kita memang tidak bisa mengharapkan begitu karena ia telah berkeliaran di semak belukar dengan bulu yang begitu panjang," katanya.

Domba merino Australia adalah jenis yang menghasilkan wol dan dicukur setiap tahun, dengan bulu wol yang rata-rata beratnya sekitar 5 kilogram.

Tunjukkan komentar

XS
SM
MD
LG