Tautan-tautan Akses

Dalam Keadaan Darurat, Presiden Turki Fokus pada Gerakan Spiritual


Para pendukung Presiden Turki Recep Tayyip Erdogan mengangkat poster selama unjuk rasa pro-pemerintah di lapangan utama Kizilay (20/7). Ankara, Turki (foto: AP Photo/Hussein Malla)

Para pendukung Presiden Turki Recep Tayyip Erdogan mengangkat poster selama unjuk rasa pro-pemerintah di lapangan utama Kizilay (20/7). Ankara, Turki (foto: AP Photo/Hussein Malla)

Sasaran pembersihan itu sebagian besar anggota gerakan spiritual yang besar, kaya dan berpengaruh yang dipimpin oleh Fethullah Gulen, seorang mantan imam yang tinggal di negara bagian Pennsylvania, Amerika Serikat.

Keadaan darurat yang dideklarasikan Presiden Turki Recep Tayyip Erdogan minggu ini memberinya wewenang yang lebih besar untuk memperluas pembersihan yang telah menyebabkan sekitar 60.000 orang ditangkap atau diskors dari pekerjaan mereka. Sasaran pembersihan itu sebagian besar anggota gerakan spiritual yang besar, kaya dan berpengaruh yang dipimpin oleh Fethullah Gulen, seorang mantan imam yang tinggal di negara bagian Pennsylvania, Amerika Serikat.

Gulen belum pernah menginjakkan kaki di tanah Turki selama 17 tahun, tapi namanya membangkitkan emosi yang kuat di kalangan pendukung Erdogan.

"Kami di sini untuk menjaga Tayyip Erdogan. Biarlah para malaikat melindungi di bawah sayap mereka, dan terkutuklah Fethullah Gulen," kata Songul Yildirim, seorang ibu rumah tangga yang menghadiri reli mendukung presiden Turki di Istanbul.

Pemimpin Turki menuduh Gulen berusaha mendirikan sebuah negara paralel, dan menjadi kekuatan di balik kudeta yang gagal baru-baru ini.

Erdogan dan Gulen dulunya sekutu dan menurut analis sama-sama memiliki visi Islamisme lunak yang akhirnya akan menggantikan negara sekuler Turki.

"Erdogan Islam yang lebih tradisional, sedangkan Gulen lebih mengikuti tradisi Suffi," kata Claire Berlinski, seorang penulis yang tinggal di Turki dan telah menulis tentang Gulen dan gerakannya.

"Mereka berdua sama-sama ingin mengganti orang-orang lama dengan kader mereka sendiri yang saleh, dan kemudian tampaknya berseteru karena konfrontasi kekuasaan yang klasik," kata Berlinski. [as/uh]

XS
SM
MD
LG