Tautan-tautan Akses

AS

Warga Dakota Menangkan Perjuangan Lawan Pembangunan Jalur Pipa


Phyllis Young (tengah) dari suku Standing Rock Sioux berbicara kepada para veteran yang mendukung aksi mereka menentang pembangunan jalur pipa di North Dakota. (Reuters/Terray Sylvester)

Para anggota suku Standing Rock Sioux dan lainnya telah berdemonstrasi melawan pembangunan tersebut, karena jalur pipa itu mengancam sumber air dan situs-situs budaya.

US Army Corps of Engineers atau Korps Insinyur Angkatan Darat AS mengatakan tidak akan memberikan izin untuk pembangunan jalur pipa minyak “Dakota Access” in bagian selatan North Dakota.

Juru bicara badan itu, Moria Kelley dalam pernyataan pers hari Minggu (4/12) mengatakan pihaknya tidak akan mengizinkan proyek pembangunan bernilai US$3,8 miliar yang dilakukan oleh empat negara bagian di lokasi itu untuk melewati Danau Oahe, reservoar Sungai Missouri tempat pembangunan itu dihentikan.

Asisten Menteri Urusan Pembangunan Sipil Jo Ellen Darcy mengatakan, keputusannya didasarkan pada kebutuhan untuk “menjajaki rute-rute alternatif” yang bisa dilintasi jalur pipa tersebut.

Ribuan orang berkemah di tanah adat dekat Daerah Reservasi Standing Rock Sioux di North Dakota, memprotes pembangunan jalur pipa. (VOA/E. Sarai)

Ribuan orang berkemah di tanah adat dekat Daerah Reservasi Standing Rock Sioux di North Dakota, memprotes pembangunan jalur pipa. (VOA/E. Sarai)

Selama beberapa bulan ini rute-rute tersebut telah menjadi subyek demonstrasi suku Standing Rock Sioux dan lainnya, yang mengatakan jalur pipa itu mengancam sumber air dan situs-situs budaya.

Perusahaan yang membangun jalur pipa itu yang berkantor di Dallas, Energy Transfer Partners, dan kantor sheriff Morton County belum memberi komentar atas keputusan tersebut.

Pemerintah federal telah memerintahkan warga untuk meninggalkan lokasi perkemahan utama yang merupakan lahan milik Army Corps of Engineers, yang letaknya dekat dengan lokasi pembangunan tersebut, selambat-lambatnya hari Senin. [em/ds]

XS
SM
MD
LG