Tautan-tautan Akses

2 Daerah Ukraina Timur Proklamasikan Kemerdekaan


Ketua komite pemilu lokal Alexander Malykhin mengumumkan hasil referendum mengenai status wilayah Luhansk di Luhansk (12/5). (Reuters/Valentyn Ogirenko)

Ketua komite pemilu lokal Alexander Malykhin mengumumkan hasil referendum mengenai status wilayah Luhansk di Luhansk (12/5). (Reuters/Valentyn Ogirenko)

Separatis di kedua daerah mengatakan 90 persen warga memilih berpisah dari Ukraina dalam dua referendum terpisah Minggu.

Daerah Donetsk, Ukraina timur, telah memproklamasikan kemerdekaan dan meminta Moskow untuk mempertimbangkannya menjadi bagian Rusia.

Pemimpin separatis Denis Pushilin menyebut daerah itu Republik Rakyat Donetsk, yang katanya sekarang “negara berdaulat.” Pemimpin pro-Rusia daerah Lohansk, Ukraina timur, juga telah memproklamasikan kemerdekaan daerah itu.

Separatis di kedua daerah mengatakan 90 persen warga memilih berpisah dari Ukraina dalam dua referendum terpisah Minggu (11/5). Hasilnya tidak dapat diperiksa kebenarannya secara independen.

Kementerian Luar Negeri Ukraina menyebut pemilihan itu “kacau” dan mengatakan jajak-jajak pendapat oleh organisasi-organisasi Barat dan Ukraina menunjukkan mayoritas besar dari penduduk Ukraina timur lebih menghendaki persatuan dengan Ukraina.

Ukraina menuduh “teroris pro-Rusia” mengintimidasi mayoritas supaya tidak berbicara dan mengatakan pemilihan presiden yang bebas dan adil pada 25 Mei adalah prioritasnya.

Sekretaris Jenderal PBB Ban Ki-moon telah menyerukan penghentian usaha merongrong keutuhan wilayah Ukraina.

Tunjukkan komentar

XS
SM
MD
LG