Tautan-tautan Akses

Cuaca Dingin di Eropa Timbulkan Kecemasan Kekurangan Gas


Seorang warga membawa anjingnya di sebuah taman di Bucharest, Rumania (2/2). Cuaca sangat dingin di Eropa tengah dan timur mengakibatkan lebih dari 220 orang tewas.

Seorang warga membawa anjingnya di sebuah taman di Bucharest, Rumania (2/2). Cuaca sangat dingin di Eropa tengah dan timur mengakibatkan lebih dari 220 orang tewas.

Sementara korban tewas akibat cuaca dingin di Eropa meningkat menjadi 220 orang lebih, muncul kecemasan mengenai pasokan gas pemanas di delapan negara.

Cuaca dingin luar biasa yang sedang mencengkeram Eropa Tengah dan Timur menimbulkan kecemasan mengenai pasokan gas pemanas di delapan negara.

Jurubicara komisaris energi Uni Eropa hari Jumat mengukuhkan telah terjadi penurunan pengiriman gas di seluruh Eropa tengah dari Italia ke Polandia. Pengurangan itu juga dialami Austria, Yunani, Rumania, Hungaria, Slowakia dan Bulgaria.

Pengekspor gas Rusia Gazprom mengumumkan hari Kamis, pihaknya menambah pengiriman melalui jaringan pipa Ukraina. Tapi ada kekhawatiran terulangnya krisis gas tahun 2009, ketika perseteruan politik antara Moskow dan Kiev menyebabkan pengiriman gas dihentikan selama dua minggu.

Gelombang dingin selama seminggu baru-baru ini, dengan suhu anjlok hingga minus 32 derajat Celsius, telah merenggut ratusan nyawa dan salju membuat turis terdampar di seluruh benua itu karena jalan-jalan ditutup, penerbangan dibatalkan, dan kereta tidak bisa bergerak.

Salju tebal yang melanda Italia memaksa pihak berwenang Roma menutup Colosseum dan Roman Forum. Ibukota Italia terakhir dilanda salju setebal itu 25 tahun lalu.

Salju diperkirakan akan lebih banyak turun sebelum mereda hari Sabtu.

XS
SM
MD
LG