Tautan-tautan Akses

Cuaca Buruk, Pesawat Tenaga Surya Terpaksa Mendarat di Jepang


Bertrand Piccard, penggagas dan pemimpin Solar Impulse, menjawab pertanyaan wartawan di pusat kendali penerbangan Solar Impulse di Monaco, 1 Juni 2015.

Bertrand Piccard, penggagas dan pemimpin Solar Impulse, menjawab pertanyaan wartawan di pusat kendali penerbangan Solar Impulse di Monaco, 1 Juni 2015.

Cuaca buruk memaksa pesawat bertenaga surya milik Swiss untuk menghentikan penerbangannya sementara di tahap penerbangan tersulitnya mengelilingi dunia dengan hanya menggunakan tenaga matahari.

Solar impulse 2 (Si2) akan mendarat hari Senin (1/6) di kota Nagoya di Jepang, menunda uji coba pesawat tersebut untuk menyeberangi Samudera Pasifik.

Melalui akun Twitternya salah satu pencipta Si2, Betrand Piccard, mengatakan, “Cuaca semakin memburuk," tulisnya hari Senin. Pengalihan ini "antara menyenangkan dan mengecewakan,” ujarnya.

Si2 adalah karya dua ilmuwan dari Swiss, Piccard dan Andre Borschberg dan mereka membutuhkan waktu 12 tahun untuk membangun pesawat tersebut.

Si2 memulai perjalananan trans-Pasifiknya dari Nanjing di China timur, menuju Hawaii dengan jarak tempuh perjalanan sekitar 8,500 km. Perjalanan tahap ini baru dimulai hari Minggu (31/5) lalu setelah mengalami penundaan akibat kondisi cuaca yang tidak memadai.

Perjalanan sepanjang 35.000

Perjalanan trans-Pasifik ini adalah tahap ke-enam dalam perjalanannya mengelilingi dunia, sebuah perjalanan sepanjang 35.000 kilometer.

Pesawat Solar Impulse 2 berkursi tunggal yang dibuat dengan serat karbon ini memiliki sayap selebar 72 meter, lebih lebar dari sayap pesawat Boeing 747, dan beratnya hampir sama dengan sebuah mobil. 17.000 sel solar dipasang di sayap untuk menangkap tenaga matahari.

Piccard dan Borschber mengatakan mereka tidak bermaksud untuk merevolusi industri penerbangan, tapi justru ingin menunjukkan bahwa sumber energi alternatif bisa digunakan dan teknologi baru bisa diciptakan walaupun banyak yang menganggapnya tidak mungkin.

Rute perjalanan pesawat ini termasuk pemberhentian di Oman, India, Myanmar dan China. Setelah menyeberangi Samudera Pasifik lewat Hawaii, pesawat ini juga dijadwalkan berhenti di tiga kota di U.S seperti Phoenix, Arizona, dan New York serta ada kemungkinan mendarat di satu kota lagi tergantung kondisi cuaca.

Tahap terakhir penerbangan setelah menyeberangi Samudera Atlantik termasuk pemberhentian di beberapa kota di Eropa selatan atau Afrika Utara sebelum kembali ke Abu Dhabi pada akhir Juli atau awal Agustus.

XS
SM
MD
LG