Tautan-tautan Akses

Cruz, Kasich Bekerjasama Melawan Trump


Kandidat Capres AS dari partai Republik (dari kiri) : Pengusaha Donald Trump, Senator Texas Ted Cruz, Gubernur Ohio John Kasich (Foto: dok).

Kandidat Capres AS dari partai Republik (dari kiri) : Pengusaha Donald Trump, Senator Texas Ted Cruz, Gubernur Ohio John Kasich (Foto: dok).

Kandidat Partai Republik Donald Trump membutuhkan kemenangan yang kuat guna mengamankan 1.237 delegasi yang diperlukan untuk memenangkan nominasi.

Warga Amerika di lima negara bagian (Connecticut, Delaware, Maryland, Pennsylvania dan Rhode Island) memberi suara dalam pemilihan pendahuluan Selasa (26/4). Walaupun tidak begitu penting, pemilihan pendahuluan tersebut dapat membantu para bakal calon presiden terdepan menopang posisi mereka, atau mengisyaratkan pergeseran.

Kandidat Partai Republik Donald Trump membutuhkan kemenangan yang kuat guna mengamankan 1.237 delegasi yang diperlukan untuk memenangkan nominasi. Dua saingannya, Senator Texas Ted Cruz dan Gubernur Ohio John Kasich, telah menggabungkan kekuatan dalam upaya menghambat hal itu.

Cruz dan Kasich mengumumkan satu kesepakatan, Senin (25/4) bahwa Kasich tidak akan berkampanye untuk pemilihan pendahuluan 3 Mei di Indiana dan Cruz sepakat untuk tidak berkampanye dalam pemilihan pendahuluan kemudian di Oregon dan New Mexico. Pengumuman itu memicu kemarahan Trump, yang perlu memenangkan lebih dari setengah delegasi yang tersisa sebelum pemilihan pendahuluan berakhir pada bulan Juni.

"Ini menunjukkan betapa menyedihkannya mereka," kata Donald Trump.

Trump juga mengatakan kesepakatan tersebut bisa ilegal dalam dunia bisnis. Kasich memberikan tanggapannya ketika singgah di sebuah restoran di Philadelphia untuk berkampanye.

"Pengumuman singkat ini membuat semua orang gusar. Ini cukup menyenangkan. Tak pernah tahu apa yang akan kami lakukan selanjutnya," jelas Gubernur John Kasich.

Cruz membela persekutuan itu saat berkampanye di Indiana. "Saya pikir itu adalah keputusan alokasi sumber daya yang paling masuk akal dan pada dasarnya dicurahkan untuk mengalahkan (calon Demokrat) Hillary Clinton pada bulan November dan mengubah arah negara ini," katanya.

Trump bersikeras dia bisa mengalahkan kandidat terdepan partai Demokrat dalam pemilihan presiden. "Saya akan mengalahkan Hillary Clinton, Hillary yang tidak jujur. Saya akan benar-benar mengalahkannya, sungguh-sungguh. Dan si pembohong Ted Cruz tidak bisa mengalahkannya," lanjut Trump.

Clinton tidak berbasa-basi dalam komentar yang jelas-jelas ditujukan pada Trump. Dia mengatakan kepada para pendukungnya di Delaware bahwa orang yang ingin menjadi presiden Amerika Serikat harus tahu warga Amerika dari semua latar belakang.

"Anda tidak hanya menerbangkan pesawat besar dan mendaratkannya, menyampaikan pidato penting dan menghina semua orang yang ada dalam pikiran Anda, dan kemudian pulang. Naiklah ke pesawat besar itu dan pulang ke rumah mewah Anda di Florida, atau penthouse Anda di New York," kata Hillary Clinton, Kandidat Capres AS dari Partai Demokrat.

Untuk saat ini, Clinton jauh lebih unggul daripada saingannya Bernie Sanders dalam kontes menuju konvensi delegasi Partai Demokrat. Tapi senator dari Vermont itu sukses dengan kampanyenya mengenai ketidaksetaraan.

"Kita, orang Amerika, bekerja dengan jam terpanjang dalam satu tahun, lebih lama daripada orang lain di negara-negara industri, namun pada akhir semua kerja itu, semua kerja keras itu, 58 persen dari semua pendapatan baru itu masuk ke satu persen golongan terkaya," kata Bernie Sanders, yang juga kandidat Capres AS dari Partai Demokrat.

Gambarannya akan lebih jelas setelah 7 Juni ketika pemilihan pendahuluan terakhir berlangsung di enam negara bagian, termasuk California yang paling banyak penduduknya. [as/uh]

Tunjukkan komentar

XS
SM
MD
LG