Tautan-tautan Akses

AS

Crescent Foods Pasok Daging Halal ke Pasar Umum AS

  • Ninie G. Syarikin

Produk daging halal dari Crescent Foods di sebuah pasar swalayan di Amerika.

Produk daging halal dari Crescent Foods di sebuah pasar swalayan di Amerika.

Omzet penjualan daging halal selama Ramadan di Amerika Serikat mencapai dua kali lipat dari bulan-bulan sebelumnya.

Penjualan daging-daging halal laku keras di Amerika Serikat Ramadan ini karena para Muslim di AS ingin memastikan semua makanan dan minuman yang dikonsumsi halal.

Salah satu perusahaan yang memasok daging halal di AS adalah Crescent Foods, yang berpusat di Chicago, negara bagian Illinois dan didirikan pada 1994 oleh Ahmad Adam, warga Amerika keturunan Palestina yang lahir di Amman, Yordania.

Berawal dari keinginan untuk memasok daging-daging halal, Adam bekerja sama dengan peternak dari Indiana, Miller, seorang penganut Kristen Mennonite. Adam memberitahu Miller bagaimana ia ingin ayam-ayamnya dipelihara, kemudian Adamlah yang melakukan penyembelihan dengan tangan. Penjualan daging ayam halal pertama diluncurkan pada 1996, dan perusahaan terus mengalami kemajuan setelahnya.

Direktur pemasaran Crescent Foods, Joohi Tahir mengatakan, proses produksi daging ayam halal atau daging ‘zabiha’ di perusahaannya bukan sekedar hewan yang disembelih secara Islami, melainkan jauh dimulai sebelum tahap itu.

Produk daging halal dari Crescent Foods.

Produk daging halal dari Crescent Foods.

Menurutnya, Crescent Foods sangat peduli dengan apa dan bagaimana mereka memberi makan hewan ternak mereka, serta bagaimana unggas-unggas itu berkembangbiak. Oleh karenanya, tandas Tahir, daging-daging yang mereka hasilkan dan pasarkan bukan saja halal, melainkan juga ‘tayyib’ atau murni.

“Pakan ternak kami sangat berbeda karena terdiri atas 100 persen bahan vegetarian. Tidak mengandung sisa-sisa daging hewan, tidak terdapat antibiotika, bebas hormon, atau zat pengawet apapun, dan ayam-ayam kami tidak terkungkung dalam kandang. Dari semua faktor ini, lahirlah produk premium halal Crescent,” ujar Tahir, perempuan yang melewati masa kanak-kanaknya di London, Inggris, sebelum berimigrasi ke AS dengan keluarganya 33 tahun lalu.

Tahir mengaku sistem pembiakan dan peternakan semacam itu membuat biaya operasi dan produksi menjadi lebih mahal dibandingkan dengan, misalnya, model peternakan kandang yang terkungkung atau produksi massal lainnya.

Namun, tegasnya, produk Crescent Foods tetap laris meski harus bersaing dengan produk-produk daging dan unggas kebanyakan, yang acapkali dijual dengan harga obral di pasar-pasar swalayan Amerika, dan perusahaan memiliki sejumlah pelanggan setia.

Mengenai omzet penjualan dalam bulan suci Ramadan ini, Tahir mengatakan bahwa hasil penjualan dalam bulan Ramadan ini mencapai dua kali lipat dari bulan-bulan sebelumnya.

“Lebih banyak orang mengadakan jamuan, ramai orang mengadakan pertemuan keluarga, selain juga memasak untuk diberikan kepada orang lain. Orang-orang bersedekah kepada tetangga, atau mengundang anggota masyarakat makan bersama. Tampaknya konsumsi pangan meningkat selama Ramadan meskipun kita tahu, kita tidak makan sepanjang hari,” ujar Tahir, lulusan Universitas Boston, Massachusetts, di bidang bisnis dan pemasaran, yang telah bekerja di Crescent Foods selama hampir lima tahun.

Ia menambahkan, perusahaannya menjalin kerja sama dengan banyak restoran, toko, dan peritel lainnya dalam memasarkan produk mereka di seluruh Amerika, diantaranya dengan toko serba ada Walmart. Ia berupaya keras, mengusahakan agar daging-daging halal memasuki pasar umum Amerika.

“Crescent mempertahankan posisi pasar dengan cara yang sangat strategis dan mantap. Kami berterima kasih kepada para pelanggan yang senantiasa mendukung operasi kami sepanjang jalan. Alhamdulillah, bisnis kami tumbuh dan berkembang pesat,” imbuh Tahir, yang juga aktif di berbagai organisasi Islam di AS.
XS
SM
MD
LG