Tautan-tautan Akses

AS

CPJ: Tindakan Pemerintahan Obama Ancam Kebebasan Pers


Joel Simon, Direktur Eksekutif CPJ memberikan presentasi (foto: dok). CPJ mengecam kebijakan pemerintahan Obama yang agresif terhadap media.

Joel Simon, Direktur Eksekutif CPJ memberikan presentasi (foto: dok). CPJ mengecam kebijakan pemerintahan Obama yang agresif terhadap media.

Sebuah LSM AS "Committee to Protect Journalists" (CPJ) mengecam tindakan pemerintahan Obama yang dinilai menjadi ancaman bagi kebebasan pers dan demokrasi.

Penindakan hukum yang agresif oleh pemerintahan Obama atas bocoran informasi dan upayanya untuk mengendalikan informasi kini menjadi ancaman bagi kebebasan pers dan demokrasi, demikian menurut sebuah LSM AS, Komite untuk Melindungi Wartawan atau CPJ.

Sebuah laporan yang dirilis hari Kamis (10/10) oleh organisasi pelindung media, "Committee to Protect Journalists" (CPJ) yang berbasis di New York itu mengatakan tindakan Presiden Barack Obama selama ini sangat bertentangan dengan janjinya mengenai transparansi dan pemerintahan yang terbuka.

Mantan redaktur eksekutif Washington Post Leonard Downie, penulis laporan itu, mengatakan “pejabat dan pegawai pemerintah semakin takut berbicara dengan pers” karena meningkatnya pengamatan cermat atas bocoran rahasia.

Dia mengatakan enam pegawai pemerintah dan dua kontraktor telah menjadi sasaran untuk dituntut berdasarkan Undang-Undang Spionase 1917 atas tuduhan mereka membocorkan informasi rahasia kepada pers.

Downie mengatakan ini adalah penggunaan mencemaskan atas sebuah undang-undang yang digunakan “hanya dalam tiga kasus sebelumnya dalam sembilan dasawarsa ini.”

Kalangan pejabat Gedung Putih yang diwawancarai untuk laporan itu sangat keberatan karena digambarkan sebagai menentang kebebasan pers. “Gagasan bahwa orang agar tutup mulut dan tidak membocorkan informasi kepada wartawan tidak sesuai fakta,” kata jurubicara Gedung Putih Jay Carney kepada Downie.
XS
SM
MD
LG