Tautan-tautan Akses

AS

Cory Monteith Tewas Karena Overdosis Heroin dan Alkohol


Para penggemar meletakkan bunga dan foto di depan hotel tempat aktor Cory Monteith ditemukan tewas di Vancouver, Kanada. (Reuters/Andy Clark)

Para penggemar meletakkan bunga dan foto di depan hotel tempat aktor Cory Monteith ditemukan tewas di Vancouver, Kanada. (Reuters/Andy Clark)

Hasil otopsi menunjukkan bahwa sebab kematian aktor Cory Monteith adalah overdosis heroin dan alkohol yang tak disengaja.

Cory Monteith, bintang serial komedi musikal “Glee” yang berusia 31 tahun, meninggal dunia karena overdosis heroin dan alkohol yang tak disengaja, menurut pihak berwenang di Kanada pada Selasa (16/7).

Kantor Koroner British Columbia dalam pernyataan tertulis mengatakan bahwa otopsi yang dilakukan pada bintang tersebut, yang ditemukan tewas Sabtu lalu di kamar hotelnya di Vancouver, menunjukkan bahwa ia meninggal karena “keracunan campuran obat yang melibatkan heroin dan alkohol.” Petugas menyatakan kematiannya sepertinya bukan bunuh diri.

Monteith ditemukan tewas sekitar tengah hari pada Sabtu di kamarnya di Fairmont Pacific Rim Hotel. Polisi Vancouver police mengatakan mereka yakin ia seorang diri setelah kembali ke kamarnya Sabtu dini hari.

Perwakilan dari kekasihnya, Lea Michele, yang juga bermain sebagai pasangannya dalam “Glee,” mengeluarkan pernyataan Selasa untuk berterima kasih atas dukungan para penggemar.

“Sejak Cory meninggal, Lea berduka cita bersama keluarga Cory dan melakukan persiapan acara yang sesuai dengan mereka,” ujar perwakilan Michele dalam pernyataan tertulis.

Monteith merupakan kasus terbaru dari penghibur muda yang meninggal dunia karena obat-obatan atau alkohol. Penyanyi soul Inggris Amy Winehouse meninggal pada 2011 karena keracunan alkohol pada usia 27.

Kematian terkait narkoba lainnya di Hollywood termasuk aktor Australia pemenang Oscar Heath Ledger, yang tewas pada 2008 karena overdosis obat resep pada usia 28 tahun, dan aktor Brad Renfro, yang meninggal karena overdosis heroin hanya seminggu sebelum Ledger pada usia 25 tahun.

Monteith telah berterus terang mengenai kesulitannya menghadapi kecanduan sejak ia remaja, menyebutnya masalah serius dan ia mengatakan pada majalah Parade pada 2011 bahwa ia “beruntung masih hidup.”

Pada wawancara tersebut, ia mengatakan telah mengkonsumsi mariyuana dan alkohol pada usia 13 tahun, dan kecanduan narkobanya “tak terkontrol” pada usia 16.
“Apa saja dan semua (jenis narkoba), sebanyak mungkin. Saya memiliki masalah serius,” ujarnya.

Monteith secara sukarela mengikuti program rehabilitasi untuk kecanduan substansi pada April. Ia juga pernah dirawat dalam program serupa pada usia 19 tahun. Ia mengatakan pada Parade bahwa ibu dan kawan-kawannya melakukan intervensi pada saat itu, karena takut ia mati. Namun, ia mengatakan, “Saya ikut program itu sebentar kemudian kembali melakukan apa yang sebelumnya saya lakukan.”

Biasanya, lebih muda seseorang kecanduan narkoba atau alkohol, risiko untuk kembali kecanduan lebih tinggi. Situasi menjadi lebih sulit bila orang itu kecanduan lebih dari satu substansi.

“Ketika seorang pecandu kembali ke lingkungannya, banyak yang harus ia negosiasikan, seperti menemukan jaringan teman yang bersih dan tidak menyerah pada keinginan,” ujar ahli adiksi Dr. Karen Miotto dari University of California, Los Angeles.

Tekanan-tekanan semacam itu, katanya, bisa mendorong orang untuk kembali ke kecanduan.

Gia Milani, yang baru-baru ini memproduksi dan menyutradarai sebuah film Kanada yang menampilkan Monteith, mengatakan minggu ini bahwa aktor itu “terlihat sehat” ketika ia melihatnya empat minggu lalu di Los Angeles.

“Ia terlihat sangat fit dan energetik serta bersemangat,” ujar Milani. Ia mengatakan Monteith tidak menampakkan tanda-tanda masalah kecanduan saat pengambilan gambar film setahun yang lalu. (AP/Reuters)
XS
SM
MD
LG