Tautan-tautan Akses

Coca-Cola Akuisisi AdeS dari Unilever


Akuisisi 'AdeS' memberi Coca-Cola dan perusahaan pembotolannya yang terbesar di Amerika latin (foto; ilustrasi).

Akuisisi 'AdeS' memberi Coca-Cola dan perusahaan pembotolannya yang terbesar di Amerika latin (foto; ilustrasi).

Perusahaan minuman Coca-Cola hari Rabu (1/6) setuju membeli AdeS, bisnis minuman berbasis kedelai dari Unilever, sekitar 575 juta dolar.

Coca-Cola Co dan Coca-Cola FEMSA SAB setuju membeli AdeS, bisnis minuman berbasis kedelai dari Unilever, sekitar 575 juta dolar, memperluas penjualan minuman non-soda dan meningkatkan bisnis minuman perusahaan raksasa tersebut di Amerika Latin.

Dalam pernyataan hari Rabu (1/6), perusahaan yang berpusat di Atlanta dan Meksiko itu mengatakan, setelah pengambilalihan tuntas, AdeS akan menjadi bagian bisnis minuman non-soda yang diproduksi bersama oleh Coca-Cola FEMSA dan Coca-Cola dalam wilayah waralabanya.

Akuisisi itu memberi Coca-Cola dan perusahaan pembotolannya yang terbesar di Amerika latin, bisnis dengan penjualan sekitar 284 juta dolar tahun lalu. AdeS, penjual minuman campuran jus buah dan kedelai, terdapat di Brazil, Meksiko, Argentina, Uruguay, Paraguay, Bolivia, Chile dan Kolombia.

Bagi Unilever, penjualan itu langkah terbaru untuk melepas aset-aset dalam bisnis makanannya yang kesulitan, di mana pertumbuhan melambat dalam beberapa tahun ini akibat kurang inovasi dan turunnya permintaan, sehingga perusahaan terpaksa menjual merek-merek seperti Slim-Fast dan Ragu.

Sekitar dua-pertiga pendapatan perusahaan makanan itu berasal dari pasar yang sudah jenuh seperti di Amerika.

Saham Coca-Cola sedikit naik menjadi 44 dolar 61 sen pada perdagangan pagi di New York. Sampai Selasa lalu, kenaikan saham itu 3,8 persen tahun ini.*

JPMorgan Chase & Co memperkirakan pendapatan perdagangan triwulan kedua akan naik "belasan" persen dari tahun sebelumnya. Demikian dikatakan Daniel Pinto, kepala bank investasi perusahaan tersebut.

Wall Street selama ini mengurangi biaya dan pegawai karena terus merosotnya pasar pendapatan tetap akibat peraturan yang lebih ketat dan suku bunga yang rendah. Bank-bank investasi terbesar di dunia menghasilkan 70 miliar dolar dari pendapatan tetap tahun lalu, separuh dari pendapatan puncaknya pada tahun 2009, menurut Coalition Development Ltd.

Walaupun JPMorgan memperingatkan analis akhir Februari lalu bahwa pendapatan pasar turun 20 persen dari tahun sebelumnya, pendapatan triwulan pertama dari perdagangan pendapatan tetap turun hanya 13 persen menjadi 3,6 miliar dolar di bank terbesar di Amerika, didukung tarif perdagangan yang kuat. Pendapatan dari perdagangan ekuitas turun lima persen menjadi 1,58 miliar dolar. [ka/ii]

XS
SM
MD
LG