Tautan-tautan Akses

Clinton Ungguli Trump tapi Keduanya Kurang Disukai


Donald Trump (kiri) dan Hillary Clinton sama-sama kurang disukai pemilih AS (foto: dok).

Donald Trump (kiri) dan Hillary Clinton sama-sama kurang disukai pemilih AS (foto: dok).

Berapa banyak warga Amerika yang akan datang ke TPS tanggal 8 November mendatang dan menggerutu “inikah pilihan yang saya punya, Clinton atau Trump?”.

Itu adalah skenario yang memberi harapan kampanye Donald Trump dalam jajak-jajak pendapat dan hal yang menyulitkan ahli strategi Partai Demokrat yang khawatir, yang bisa menjauhkan Hillary Clinton dari Gedung Putih adalah pemilih inti yang tidak bergeming yang tidak mempercayainya.

Saat ini posisi Clinton tampak unggul namun goyah. Sebagian jajak-jajak pendapat terbaru menunjukkan mantan menlu ini unggul kuat dari Trump, rata-rata lima sampai enam poin, selagi keduanya bersiap maju ke konvensi partai mereka bulan depan.

Yang menjadi keprihatinan khusus bagi Partai Republik adalah sebagian angka jajak pendapat menunjukkan 70 % perempuan berpandangan negatif terhadap Trump dan tingkat ketidak populerannya di kalangan pemilih non kulit putih.

Peringkat Clinton sendiri tidak lebih baik. Jajak pendapat Universitas Quinnipiac yang terbaru mendapati Clinton hanya unggul tipis dari Trump antara 42-40% dimana biasanya marjin kesalahan jajak-jajak pendapat antara 3-4 poin.

Tingkat kepopuleran Trump hanya 34 % positif, 57 % negatif. Tapi Clinton tidak banyak berbeda dengan 37 % mendukung dan 57 % tidak mendukung.

Meski demikian sebagian besar analis yakin tantangan Clinton lebih ringan dibandingkan yang dihadapi Trump yang sangat rendah diantara perempuan dan pemilih minoritas. Jajak-jajak pendapat mengenai Trump membuat para pemimpin Partai Republik khawatir tapi berharap milyarder asal New York itu masih punya waktu untuk memperbaikinya.

Trump berkeras ia akan menang karena pemilih menganggapnya sebagai calon dari luar gelanggang politik. [my/al]

XS
SM
MD
LG