Tautan-tautan Akses

Clinton, Trump Dorong Upaya Terakhir Dongkrak Perolehan Suara


Hillary Clinton (kiri) berbicara dalam kampanye di Pittsburgh, Pennsylvania, sementara Donald Trump melakukan kampanye di Raleigh, North Carolina, hari Senin (7/11) sehari sebelum pelaksanaan pilpres AS.

Hillary Clinton (kiri) berbicara dalam kampanye di Pittsburgh, Pennsylvania, sementara Donald Trump melakukan kampanye di Raleigh, North Carolina, hari Senin (7/11) sehari sebelum pelaksanaan pilpres AS.

Berbagai upaya terakhir dilakukan tim kampanye kedua calon presiden Amerika untuk meraih suara terbanyak dalam pertarungan memperebutkan kursi orang nomor satu di Gedung Putih.

Sehari menjelang hari pemungutan suara 8 November, tim kampanye calon presiden Partai Republik Donald Trump dan calon presiden Partai Demokrat Hillary Clinton sama-sama melakukan kampanye besar-besaran di berbagai negara bagian.

Trump kampanye terakhir di Michigan

Bilyuner Donald Trump Senin malam (7/11) memusatkan kampanye terakhirnya di Sterling Heights-Michigan, dimana ia berupaya meraih suara pemilih yang dalam pemilu-pemilu sebelumnya cenderung berpihak pada Partai Demokrat. Jika Trump berhasil membuat pemilih di Michigan berpihak padanya, maka ia akan mengantongi 16 suara elektoral.

Sebelumnya pada hari Minggu (6/11) pengusaha berusia 70 tahun ini berkampanye di enam kota berbeda – yaitu Denver-Colorado, Sioux City-Iowa, Minneapolis-Minnesota, Detroit Metro-Michigan, Pittsburg-California dan Leesburg-Virginia.

Tim kampanye Hillary Clinton tampil “full team”

Berbeda dengan Trump yang tampaknya tampil berkampanye seorang diri tanpa tokoh-tokoh Partai Republik, tim kampanye Partai Demokrat menurunkan hampir semua tokoh kunci mereka untuk mendukung Hillary Clinton. Selain Presiden Barack Obama, Wakil Presiden Joe Biden, mantan presiden Bill Clinton, mantan wakil presiden Al Gore, calon wakil presiden Tim Kaine, tampil pula dua tokoh Partai Demokrat yang dinilai paling bisa menarik banyak suara yaitu Ibu Negara Michelle Obama dan Senator Elizabeth Warren.

Obama di Michigan ungkapkan slogan lama: “Fired Up? Ready To Go!”

Presiden Obama memulai kampanye hari Senin (7/11) di Ann Arbor-Michigan, dilanjutkan ke Durham-New Hampshire. Dalam pidato selama hampir 40 menit, Obama mengajak pemilih melanjutkan target-target pembangunan yang dimulainya sejak delapan tahun lalu dan belum selesai. “Hanya ada satu orang yang cerdas dan telah teruji, yang bisa melanjutkan ini semua, yaitu Hillary Clinton”, ujarnya. Dengan lantang Obama meneriakkan kata-kata yang digunakannya ketika berkampanye tahun 2008 lalu.

Sejumlah selebriti ramaikan kampanye terakhir Clinton di Philadelphia

Senin malam (8/11) Presiden Obama dan keluarga akan bergabung dengan Hillary Clinton, Bill Clinton dan Chelsea dalam kampanye terakhir di Philadelphia. Menurut rencana sejumlah selebriti akan ikut meramaikan kampanye di Independence Hall ini, antara lain Jon Bon Jovi, Bruce Springsteen, Beyonce, Jay-Z dan banyak lainnya.

Kota New York bersiap gelar malam pemilu

Sementara itu di kota New York City, kedua tim kampanye sedang memberi sentuhan akhir pada lokasi yang akan menjadi tempat berkumpul dan menyampaikan pidato kemenangan atau kekalahan Selasa malam (8/11). Hillary Clinton dan Donald Trump memang tampaknya tidak terpisahkan secara politik karena keduanya memutuskan untuk sama-sama melangsungkan acara itu di kota New York.

Clinton akan menggelar acaranya di Jacob K. Javits Convention Center, yang Senin malam sudah dilengkapi dengan panggung berbentuk peta Amerika – lengkap dengan pilar-pilar yang menggambarkan negara bagian Hawaii dan Alaska. Clinton mengajak pendukungnya untuk hadir, dengan terlebih dahulu mendaftarkan diri pada situs politiknya.

Sementara malam pemilu Trump dilangsungkan di New York Hilton Midtown, yang terletak hanya beberapa blok dari Trump Tower miliknya. Hilton mengklaim telah melangsungkan acara-acara bersejarah bagi setiap presiden Amerika, sejak era John F. Kennedy. Tetapi acara ini tidak terbuka untuk umum karena hanya undangan yang diperkenankan hadir. Tim kampanye Trump juga membatasi jumlah wartawan yang akan meliput. [em]

Tunjukkan komentar

XS
SM
MD
LG