Tautan-tautan Akses

Clinton: Dunia Tunggu Mesir Tetapkan Pemerintahan Inklusif


Menlu AS Hillary Rodham Clinton mengatakan, dunia berharap Presiden baru Mesir akan membentuk pemerintahan yang mewakili semua golongan (foto: dok).

Menlu AS Hillary Rodham Clinton mengatakan, dunia berharap Presiden baru Mesir akan membentuk pemerintahan yang mewakili semua golongan (foto: dok).

Menlu AS Hillary Clinton berharap Presiden baru Mesir, Mohammed Morsi akan membentuk pemerintahan inklusif yang mencakup perempuan dan umat Kristen.

Menteri Luar Negeri Amerika Hillary Clinton mengatakan rakyat Mesir dan dunia internasional berharap presiden baru Mesir, Mohammed Morsi, untuk membentuk pemerintahan inklusif yang mencakup perempuan dan umat Kristen.

Clinton mengatakan warga Kristen di Mesir bertanya-tanya apakah pemerintahan yang dipimpin Ikhwanul Muslimin akan bersikap setara dalam membela warga Muslim dan non-Muslim. Ia mengatakan Amerika akan menilai pemerintah Mesir berdasarkan tindakannya, bukan kata-katanya.

Menlu Clinton mengemukakan hal itu di Washington hari Senin setelah dirilisnya laporan tahunan Amerika tentang kebebasan beragama di dunia. Laporan itu menggarisbawahi berbagai UU penistaan agama di negara-negara Islam seperti Arab Saudi, Pakistan dan Afghanistan.

Laporan itu juga fokus pada tujuh negara yang memprihatinkan: Tiongkok, Eritrea, Iran, Korea Utara, Sudan, Birma dan Uzbekistan.

Dalam perkembangan terkait, Menlu Clinton hari Selasa akan bertolak ke Senegal dalam lawatan seminggu penuh ke Afrika. Departemen Luar Negeri mengatakan Clinton akan mengunjungi delapan negara dalam lawatannya, termasuk Sudan Selatan, Uganda, Kenya, Malawi, Afrika Selatan, Nigeria dan Benin.

Para pejabat mengatakan ia akan menggunakan lawatan ini untuk mencoba membantu negara-negara Afrika memperkuat institusi demokrasi dan mendorong pertumbuhan ekonomi.

Dalam lawatan di Senegal, Departemen Luar Negeri mengatakan Clinton akan bertemu Presiden Macky Sall dan akan menyatakan Senegal sebagai contoh negara dengan institusi demokrasi yang kuat. Ia juga dijadwalkan berpidato mengenai demokrasi disebuah universitas di Dakar, ibukota Senegal.

Clinton sebelumnya sudah melawat beberapa kali ke sub-Sahara Afrika. Bulan Juni lalu ia mengunjungi Ethiopia, Zimbawe dan Tanzania.

Tunjukkan komentar

XS
SM
MD
LG