Tautan-tautan Akses

Clinton dan Trump Sama-sama Incar Dukungan Polisi


Calon presiden Amerika dari partai Demokrat Hillary Clinton (kiri) dan partai Republik Donald Trump (kanan) (Foto: dok).

Calon presiden Amerika dari partai Demokrat Hillary Clinton (kiri) dan partai Republik Donald Trump (kanan) (Foto: dok).

Calon presiden Amerika dari partai Demokrat Hillary Clinton dan pesaingnya dari partai Republik, Donald Trump, sama-sama mengincar dukungan polisi setelah meningkatnya ketegangan antara aparat penegak hukum dan warga Amerika keturunan Afrika.

Clinton bertemu para polisi senior dari berbagai penjuru Amerika, Kamis (18/8) di New York, sedangkan Trump mengunjungi sebuah organisasi polisi setempat di North Carolina. Wartawan VOA Zlatica Hoke melaporkan, penegakan hukum juga menjadi topik menonjol pada Kamis malam dalam pidato penting pertama Trump setelah ia merombak tim kampanyenya.

Trump membuka pidatonya di Charlotte, New Carolina, dengan menyatakan dukungan bagi masyarakat yang dilanda banjir dahsyat di Louisiana. Tetapi begitu ia beralih ke agenda politiknya, ia memprioritaskan masalah hukum dan ketertiban.

"Izinkan saya menggunakan kesempatan ini untuk menyampaikan terima kasih dan syukur kami kepada polisi dan aparat penegak hukum di negara ini yang telah berkorban begitu banyak dalam masa-masa yang sangat sulit ini. Ini benar-benar sulit,” kata Donald Trump.

Trump mengemukakan gambaran suram mengenai kondisi keamanan ekonomi, layanan kesehatan dan masa depan Amerika, dan menyatakan sebagian besar kesulitan itu disebabkan oleh kalangan Demokrat dan terutama Clinton, yang berulang kali ia sebut sebagai seorang pembohong.

"Jika saya terpilih sebagai presiden, kekacauan dan kekerasan ini akan berakhir, ini akan berakhir dengan sangat, sangat cepat,” lanjut Trump.

Manajer-manajer kampanye baru Trump, pemimpin perusahaan penyelenggara jajak pendapat Kellyane Conway dan pemimpin situs berita konservatif Breitbart News Stephen Bannon, telah menganjurkan Trump agar bersikap apa adanya dan bertahan pada kebijakan-kebijakan ekstrem kanannya. Para kritikus menyatakan Trump dipaksa mengubah tim kampanyenya sehubungan dengan hasil jajak pendapat mengenai calon partai Republik ini. Ia mengaku tidak ingin dipaksa untuk bertindak seperti politisi pada umumnya

"Saya adalah saya apa adanya. Inilah saya,” kata Trump.

Sementara itu Clinton mengatakan bahwa tim Manajemen kampanye baru tidak mengubah sosok Trump.

"Ia dapat merekrut dan memecat siapapun yang ia inginkan dari tim kampanyenya. Mereka dapat membuatnya membaca kata-kata baru dari teleprompter, tetapi ia masih sosok yang sama,” kata Hillary Clinton.

Kampanye Clinton juga berfokus pada penegakan hukum pada hari Kamis. Tetapi pada pertemuan di New York dengan sebagian dari pejabat tinggi kepolisian Amerika, ia menekankan perlunya menjembatani kesenjangan antara polisi dan masyarakat yang mereka layani.

"Menurut saya tampak jelas bahwa berbagai peristiwa baru-baru ini mulai dari Dallas dan Baton Rouge, hingga Milwaukee dan ke seluruh penjuru negara, ini menekankan betapa sulit dan pentingnya tugas yang kita hadapi untuk memperbaiki jalinan saling percaya dan respek antara polisi kita dan masyarakat,” lanjut Hillary.

Seperti halnya Trump, ia menekankan pentingnya menghormati hukum. Tetapi tidak seperti Trump, ia menyatakan bahwa perlu waktu dan upaya untuk melakukan perbaikan hubungan. [uh/ab]

XS
SM
MD
LG