Tautan-tautan Akses

Clinton dan Presiden Thein Sein Bahas Reformasi Politik di Burma

  • Scott Stearns

Menlu AS Hillary Clinton bertemu Presiden Burma Thein Sein di Siem Reap, Kamboja hari Jumat (13/7).

Menlu AS Hillary Clinton bertemu Presiden Burma Thein Sein di Siem Reap, Kamboja hari Jumat (13/7).

Menlu AS Hillary Clinton dan Presiden Burma Thein Sein telah mengadakan pertemuan di Kamboja untuk mendukung investasi baru Amerika di Burma.

Menteri luar negeri Amerika Hillary Clinton dan Presiden Burma Thein Sein juga membahas reformasi politik yang masih berlangsung di Burma dan hubungan militer negara itu dengan Korea Utara.

Menteri luar negeri Clinton memberitahu pemimpin Burma itu bahwa ia mengirim delegasi kuat terdiri dari 70 lebih pebisnis Amerika ke Burma karena Amerika telah melonggarkan batasan-batasan investasi dan jasa keuangan sebagai pengakuan atas reformasi politik yang terus berlangsung di sana.

"Minggu ini merupakan langkah penting dalam hubungan kedua negara kita. Baru dua hari lalu Presiden Obama mengumumkan bahwa Amerika melonggarkan pembatasan-pembatasan yang memungkinkan lebih banyak perusahaan Amerika melakukan bisnis di Burma. Dan beberapa bulan lalu di Washington, saya menganjurkan perusahaan Amerika untuk berinvestasi dan melakukannya secara bertanggung jawab," ujar Menlu Clinton.

Menlu Clinton dan Presiden Thein Sein bertemu selama satu jam lebih menjelang forum bisnis untuk mendorong investasi Amerika yang lebih besar di Asia tenggara.

Presiden Thein Sein menyambut baik investasi itu dan mengatakan negaranya berada di persimpangan penting. Katanya, Myanmar nama yang diberikan oleh militer sebagai pengganti Burma mengakhiri konflik bersenjata dan menjalin hubungan dengan pengusaha, para pemimpin etnis dan masyarakat madani.

Kini setelah hampir separuh abad, Myanmar menempuh jalan demokrasi dengan membangun satu bangsa baru melalui transisi damai.

Ia mengatakan praktek-praktek demokrasi hilang dari negara itu selama bertahun-tahun, jadi membangun sebuah negara yang demokratis merupakan tantangan terbesar bagi rakyatnya.

"Kami juga mengijinkan pembentukan partai politik dan masyarakat madani sesuai dengan UU yang berlaku . kami sudah memberlakukan UU yang diperlukan yang akan melindungi hak-hak pokok warga kami seperti pembentukan serikat kerja, kebebasan berkumpul dan mengemukakan pendapat," kata Presiden Thein Sein.

Dalam pembicaraan pribadi mereka, Menteri luar negeri Clinton menyampaikan terima kasih kepada pemimpin Burma itu atas pembebasan para tahanan politik baru-baru ini dan menyarankannya untuk membebaskan seluruhnya.

Ia mengimbau Burma untuk mengakhiri hubungan militernya dengan Korea Utara. Presiden Thein Sein mengatakan negaranya tidak mempunyai hubungan nuklir dengan Korea Utara dan sedang meninjau hubungan militernya dengan Korea Utara.

Seorang pejabat senior Amerika mengatakan Menteri luar negeri Clinton dan Presiden Thein Sein membahas penggunaan kekayaan mineral Burma untuk kemakmuran rakyatnya. Presiden Thein Sein mengatakan ia sedang memusatkan perhatian pada industri-industri yang mempunyai nilai tambah. Contohnya Burma mengekspor kayu jati tapi bukan mebel jadi. Burma mengekspor karet tapi sebaliknya mengimpor ban mobil.

Menteri luar negeri Clinton dan Presiden Thein Sein juga ditemani oleh Perdana Menteri Kamboja Hun Sen dan Perdana Menteri Thailand Yingluck Shinawatra dalam forum bisnis itu.
XS
SM
MD
LG