Tautan-tautan Akses

AS

Citra Trump Persulit Caleg Republik untuk Tetap Kendalikan Kongres


Pemimpin Mayoritas Senat Mitch McConnell (tengah) berjalan bersama Senator Pat Toomey (kiri), keduanya dari Partai Republik, di Gedung Kongres, Washington, DC. (Foto: Dok)

Pemimpin Mayoritas Senat Mitch McConnell (tengah) berjalan bersama Senator Pat Toomey (kiri), keduanya dari Partai Republik, di Gedung Kongres, Washington, DC. (Foto: Dok)

Pakar strategi Republik mengatakan, kandidat-kandidat mereka untuk Kongres berada dalam posisi yang sulit.

Sementara kontroversi seputar Donald Trump menjadi pokok pembicaraan dalam kampanye kepresidenan, kandidat presiden AS dari Partai Republik ini juga jadi fokus dalam pencalonan anggota legislatif dan ikut menentukan apakah Republik bisa mempertahankan suara mayoritas di Kongres.

Trump mendominasi perdebatan Senin (17/10) antara Senator Republik Pat Toomey dari Pennsylvania dan penantangnya dari Demokrat, Katie McGuinty, sebuah kontes yang secara sengit diperebutkan kedua partai.

Saat ditanya apakah mereka mendukung masing-masing kandidat untuk presiden, McGuitny menegaskan bahwa dia mendukung Hillary Clinton.

Toomey mengatakan, dia masih menunggu dulu sehubungan dengan Trump.

“Saya belum sampai ke sebuah tahap dimana saya bisa mendukung Donald Trump,” kata Toomey. “Kita dihadapkan pada dua kandidat presiden yang buruk.”

McGuinty kemudian mengkritik Toomey karena tidak mengesampingkan kemungkinan akan mendukung Trump, “seorang yang membanggakan serangan seksual.”

Perdebatan ini mengilustrasikan taktik serangan Demokrat di seluruh negara: mengaitkan anggota-anggota Kongres Partai Republik dengan kandidat presiden mereka.

Kandidat-kandidat untuk kongres dari Republik menanggapi dengan berbagai cara. John McCain dari Arizona misalnya, langsung menarik dukungannya untuk Trump setelah video tahun 2005 muncul dimana pebisnis itu membanggakan tindakannya dalam menggerayangi perempuan.

Di Florida, Senator Marco Rubio bertahan dalam mendukung Trump, karena menurutnya kandidat Demokrat Hillary Clinton lebih buruk.

Pakar strategi Republik mengatakan, kandidat-kandidat mereka untuk Kongres berada dalam posisi yang sulit.

“Masalah terbesar untuk kandidat-kandidat ini adalah pendukung utama mereka, mereka yang sudah pasti akan datang ke tempat pemungutan suara, kebanyakan masih mendukung Trump,” kata konsultan Republik John Feehery.

“Banyak dari mereka berpikir, bagaimana caranya saya menang? Jika mengecam Trump di distrik yang masih setengah-setengah untuk Trump lebih memungkinkan, mereka akan melakukan hal itu. Kalau lebih baik diam saja, maka itu pula yang mereka lakukan, dan kalau lebih baik mendukung Trump, itulah yang mereka putuskan,” tambah Feehery.

Tunjukkan komentar

XS
SM
MD
LG