Tautan-tautan Akses

AS

CIA: Rakyat AS Harus Prihatin dengan Pembocoran WikiLeaks


Lantai lobi kantor pusat CIA di McLean, Virginia.

Lantai lobi kantor pusat CIA di McLean, Virginia.

Dinas intelijen Amerika Serikat CIA memperingatkan, seluruh rakyat Amerika haruslah “sangat prihatin” dengan pembocoran dokumen yang dilakukan organisasi anti-rahasia WikiLeaks.

Tapi juru bicara CIA hari Rabu (8/3) tidak mau mengatakan apakah dokumen yang berjumlah 8771 itu otentik atau tidak, dan mengatakan, tidak diragukan bahwa WikiLeaks bertujuan untuk “merusak kemampuan dinas intelijen itu dalam melindungi Amerika dari serangan teroris dan musuh-musuh lainnya.”

“Pengungkapan-pengungkapan seperti itu tidak hanya membahayakan personil dan berbagai operasi Amerika, tapi juga memberi musuh-musuh kita peralatan dan informasi untuk merugikan kita,” kata juru bicara CIA Jonathan Liu.

Juru bicara Gedung Putih Sean Spicer juga mengatakan hal yang sama Rabu, dan menambahkan bahwa “kami akan mengejar orang-orang yang membocorkan rahasia itu.”

“Ini adalah pengungkapan yang merongrong keamanan kita, negara kita dan kenyamanan kita,” kata Spicer kepada wartawan. Ia menambahkan bahwa Presiden Donald Trump “sangat prihatin dengan hal ini.”

Walaupun Spicer dan CIA tidak mau mengukuhkan keaslian dokumen-dokumen yang bocor itu, beberapa pakar keamanan dunia maya dan bekas pejabat intelijen yang telah melihat dokumen-dokumen itu mengatakan, tampaknya dokumen-dokumen itu asli.

WikiLeaks mengatakan mendapat dokumen-dokumen itu dari seorang bekas peretas pemerintah Amerika; dan seorang pejabat intelijen Amerika mengatakan, tampaknya pembocoran itu dilakukan oleh seorang kontraktor CIA.

“Selalu saja ada orang, yang karena tugasnya, memiliki akses untuk melakukan hal seperti ini,” kata Alex McGeorge, kepala Threat Intelligence, sebuah perusahaan dunia maya yang dikontrak oleh pemerintah Amerika.

George juga mengatakan, walaupun pembocoran yang dilakukan WikiLeaks itu sangat merugikan, klaim yang dibuat oleh WikiLeaks bahwa dokumen-dokumen itu mencerminkan seluruh “kemampuan CIA untuk melakukan peretasan agaknya terlalu berlebihan.”

WikiLeaks kemarin mengeluarkan pernyataan yang mengatakan organisasi pembocor rahasia itu masih menunda penyiaran kode-kode khusus yang dimuat dalam dokumen-dokumen itu, “sambil menunggu adanya konsensus tentang aspek teknis dan politis program CIA, dan bagaimana senjata-senjata (kode-kode) itu harus di analisis, dilumpuhkan dan diumumkan kepada rakyat.”

Bekas direktur CIA Michael Hayden mengatakan kepada jaringan televisi CNN Rabu bahwa “saya hampir berkesimpulan bahwa Wikileaks bertindak sebagai agen pemerintah Russia. [ii]

Opini Anda

Tunjukkan komentar

XS
SM
MD
LG