Tautan-tautan Akses

AS

CIA Keluarkan Kronologi Insiden Benghazi


Suasana di Konsulat Amerika di Benghazi, Libya, sesaat setelah serangan 11 September yang menewaskan empat warga AS, termasuk Dubes Chris Stevens (Foto: dok). Para pejabat intelijen AS membeberkan kronologi peristiwa serangan ini, Kamis (1/11).

Suasana di Konsulat Amerika di Benghazi, Libya, sesaat setelah serangan 11 September yang menewaskan empat warga AS, termasuk Dubes Chris Stevens (Foto: dok). Para pejabat intelijen AS membeberkan kronologi peristiwa serangan ini, Kamis (1/11).

Para pejabat intelijen Amerika membeberkan kronologi terjadinya serangan maut 11 September terhadap konsulat Amerika di Benghazi, Libya, Kamis (1/11).

Para pejabat intelijen Amerika mengeluarkan kronologi terkait insiden Benghazi sebagai tanggapan atas tuduhan bahwa tidak cukup usaha dilakukan untuk menghentikan serangan itu.

Menurut para pejabat tinggi intelijen yang tidak bersedia disebut namanya, hari Kamis (1/11) CIA mengerahkan misi bantuan dari sebuah pangkalan terdekatnya dalam waktu 25 menit setelah pemberitahuan mengenai serangan yang menewaskan dutabesar Amerika untuk Libya dan tiga warga Amerika lainnya.

Namun mereka mengatakan tim yang beranggotakan enam orang itu baru tiba 25 menit setelah insiden tersebut karena gagal memperoleh bantuan milisi Libya untuk memperoleh bantuan senjata berat, dan karena adanya serangan saat berupaya mendekati konsulat itu.

Tim CIA itu kabarnya tetap berada di konsulat tersebut selama satu jam sebelum berangkat bersama semua warga Amerika, kecuali dutabesar yang tewas, yang telah dibawa ke rumah sakit terdekat.

CIA sebelumnya telah membantah laporan baru-baru ini oleh Fox News dan lain-lain yang mengatakan bahwa para perwira CIA diperintahkan untuk tidak berbuat apa-apa saat mereka ingin mengerahkan pasukan dari pangkalan terdekat untuk memukul mundur serangan terhadap konsulat itu.

Namun badan intelijen rahasia tersebut telah mendapat desakan yang meningkat untuk mengungkapkan lebih banyak informasi terkait serangan di konsulat tersebut, yang telah menjadi isu penting dalam pemilihan presiden pekan depan.
XS
SM
MD
LG