Tautan-tautan Akses

China-Pakistan akan Setujui Perjanjian Ekonomi $40 Miliar Lebih

  • William Ide

PM Pakistan Nawaz Sharif (kiri) saat bertemu Presiden China Xi Jinping di Beijing (foto: dok).

PM Pakistan Nawaz Sharif (kiri) saat bertemu Presiden China Xi Jinping di Beijing (foto: dok).

Presiden China Xi Jinping akan mengunjungi Pakistan pekan depan di mana kedua negara diduga akan menyetujui perjanjian ekonomi dan energi bernilai lebih dari 40 miliar dolar.

Para pemimpin menyorot bagaimana lawatan itu akan mengubah hubungan untuk lebih berfokus pada pembangunan ekonomi, tetapi juga bisa memiliki implikasi signifikan bagi tantangan keamanan di kedua negara.

Kunjungan kenegaraan Presiden China Xi Jinping ke Pakistan merupakan kunjungan pertama seorang pemimpin China ke negara itu dalam sembilan tahun. Asisten Menteri Luar Negeri Liu Jianchao mengatakan ini adalah lawatan pertamanya ke luar negeri tahun ini menyorot pentingnya Beijing dalam pengembangan hubungan antara Pakistan dan China.

Liu mengatakan dalam kunjungannya Presiden Xi Jinping "akan berusaha mempersiapkan rencana yang luas bagi hubungan Pakistan dan China dan kerjasama selama lima-10 tahun ke depan serta menempatkan hubungan pada tingkat yang baru."

Dalam kunjungan tersebut, mereka diduga akan menandatangani perjanjian, yang banyak diantaranya akan berfokus pada pembentukan proyek besar yang oleh kedua negara disebut Koridor Ekonomi Pakistan-China. Koridor itu akan menghubungkan wilayah barat China yang terpencil dan bergolak, Xinjiang dengan pelabuhan laut Gwadar Pakistan di Laut Arab.

Selain pembangunan jalan kereta api, jalan-jalan, dan prasarana lainnya, kedua negara juga akan menandatangani perjanjian yang berfokus pada energi, keuangan serta sains dan teknologi.

Menurut beberapa laporan media, proyek itu bisa menelan biaya sebanyak 46 milyar dolar, jumlah uang yang sangat besar bagi perekonomian Pakistan yang sedang berjuang.

Sejak tahun 2009, Amerika memberi bantuan sekitar $ 5 miliar kepada Pakistan.

Juru bicara pemerintah Pakistan mengatakan kunjungan itu akan menandai perubahan hubungan dari hubungan strategi global menjadi hubungan ekonomi jenis baru antara kedua negara. Tetapi keamanan hubungan diduga juga akan diperdalam.

China dan Pakistan telah lama memiliki hubungan keamanan dan militer yang kuat. China adalah pemasok terbesar piranti keras militer Pakistan, dan baru-baru ini melaporkan telah mengungkapkan rencana bahwa Pakistan berusaha akan membeli delapan kapal selam dari China, aset kunci dalam persaingan lama Pakistan dengan India.

Di pihak China, pihak berwenang sangat khawatir mengenai pergolakan di Xinjiang, yang merupakan pusat bagi kelompok minoritas Muslim Uighur di negara di China, dan telah lama meminta bantuan Pakistan untuk mengatasi masalah itu.

Para pengritik mengatakan tindakan Pemerintah China yang merupakan penindasan terhadap praktik agama dan budaya Uighur memicu kekerasan. Tetapi China telah mengaitkan serangan kekerasan di Xinjiang dan bagian-bagian lain negara itu dengan kelompok yang diduga berbasis di wilayah kesukuan di sepanjang perbatasan Pakistan-Afghanistan.

Asisten Menteri Luar Negeri Tongkok Liu Jianchao mengatakan, Pakistan telah memberi China intelijen dan dukungan dalam usahanya melawan organisasi yang dikenal sebagai Gerakan Islam Turkestan Timur atau ETIM. Kelompok ini mengusahakan kemerdekaan Xinjiang, yang mereka sebut Turkestan Timur.

Dia mengatakan ada sejumlah besar anggota kelompok itu di Pakistan.

XS
SM
MD
LG