Tautan-tautan Akses

China: Otonomi bagi Tibet 'Tidak untuk Dibahas'


Dalai Lama

Dalai Lama

Pemerintah China mengumumkan bahwa otonomi lebih besar bagi Tibet "bukan untuk dibahas," yang menimbulkan keraguan baru untuk dimulainya kembali dialog antara Beijing dan pemimpin spiritual Tibet, Dalai Lama.

Dalam siaran pers hari Rabu (15/4), China mengatakan, Dalai Lama harus melepaskan terlebih dahulu apa yang dipandang pemerintah China sebagai usahanya untuk menyulut kerusuhan dan mendirikan sebuah negara merdeka di Tibet, hal yang disangkal didukung oleh pemimpin yang berada di pengasingan itu.

"Perundingan apapun akan dibatasi untuk mencari solusi bagi Dalai Lama untuk secara sungguh-sungguh menanggalkan sikap dan kegiatan separatisme, kemudian memperoleh pengampunan dari pemerintah dan rakyat China, dan merencanakan apa yang akan ia lakukan dalam mengisi sisa hidupnya," begitu bunyi laporan tersebut.

"Berkenaan status politik dan sistem pemerintahan, Tibet diatur oleh Konstitusi dan hukum China, dan 'masalah' serta 'otonomi luas Tibet' tidak untuk didiskusikan," lanjut laporan itu. Dalai Lama, yang lari dari Tibet pada tahun-tahun 1950-an, menyusul pengambilalihan kekuasaan oleh China, telah selama berdasawarsa menandaskan bahwa dia tidak menggalakkan kemerdekaan di tanah airnya.

Pemenang Hadiah Nobel Perdamaian itu mengutarakan, dia memperjuangkan otonomi lebih luas dan hak-hak lainnya di bawah apa yang disebut sebagai "Pendekatan Moderat."

XS
SM
MD
LG