Tautan-tautan Akses

China, Norwegia Kutuk Pembunuhan Sandera oleh Militan Negara Islam


Ole-Johan Grimsgaard-Ofstad, warga Norwegia (kiri) dan Fan Jinghui, warga China, telah dibunuh oleh ISIS, menurut laporan pada majalah online Dabiq (Foto: dok).

Ole-Johan Grimsgaard-Ofstad, warga Norwegia (kiri) dan Fan Jinghui, warga China, telah dibunuh oleh ISIS, menurut laporan pada majalah online Dabiq (Foto: dok).

Militan Negara Islam menggunakan majalah online edisi bahasa Inggris mereka, Dabiq, untuk mengklaim telah membunuh warga China berusia 50 tahun, Fan Jinghui, dan warga Norwegia berusia 48 tahun, Ole-Johan Grimsgaard-Ofstad.

China pada hari Kamis (19/11) bergabung dengan Norwegia mengutuk pembunuhan warga negara mereka yang disandera oleh kelompok militan Negara Islam.

Presiden China Xi Jinping mengatakan "terorisme adalah musuh bersama manusia," dan negaranya menentang segala bentuk terorisme. Pemerintah berjanji akan menuntut mereka yang bertanggung jawab ke pengadilan.

Militan Negara Islam menggunakan majalah online edisi bahasa Inggris mereka, Dabiq, untuk mengklaim telah membunuh warga China berusia 50 tahun, Fan Jinghui, dan warga Norwegia berusia 48 tahun, Ole-Johan Grimsgaard-Ofstad.

Kelompok itu menunjukkan foto dua mayat, dan keterangan gambar menyebut keduanya dieksekusi setelah ditinggalkan oleh bangsa dan organisasi kafir. Perdana Menteri Norwegia Erna Solberg, Rabu (18/11) mengatakan pembunuhan itu "tindakan biadab." [as]

Tunjukkan komentar

XS
SM
MD
LG