Tautan-tautan Akses

China Naikkan Sedikit Nilai Mata Uangnya


Lambang mata uang yuan (kiri) dan dolar AS di Hong Kong (13/8).

Lambang mata uang yuan (kiri) dan dolar AS di Hong Kong (13/8).

Bank sentral mengatakan yuan sudah dekat dengan tingkat nilai pasar dan bahwa desas-desus bahwa Beijing sudah akan membiarkan nilai mata uangnya jatuh sampai sebesar 10 persen adalah sama sekali tidak masuk akal.

China telah menaikkan sedikit nilai mata uangnya, yang mengakhiri devaluasi tiga hari berturut-turut yang menimbulkan keprihatinan akan perang mata uang internasional serta memicu pertanyaan baru mengenai kesehatan ekonomi terbesar kedua dunia itu.

Bank Sentral China hari Jumat (14/8) menetapkan kurs acuan harian 6,3975 per dolar atau 0,05 persen lebih tinggi daripada kurs acuan sehari sebelumnya. Beijing mengendalikan yuan dengan ketat dalam kisaran 2 persen di atas atau di bawah kurs acuan yang ditetapkan setiap hari.

Tindakan itu dilakukan setelah bank sentral hari Kamis berusaha meredakan keprihatinan mengenai mata uang China setelah didevaluasi tiga hari berturut-turut yang menyebabkan yuan jatuh lebih dari 3 persen.

Para pejabat bank sentral mengatakan yuan sudah dekat dengan tingkat nilai pasar dan bahwa desas-desus bahwa Beijing sudah akan membiarkan nilai mata uangnya jatuh sampai sebesar 10 persen adalah sama sekali tidak masuk akal.

Para investor sedunia tampaknya merasa tenang setelah komentar itu. Harga-harga saham naik pada pembukaan di Hong Kong dan Shanghai, tetapi turun sedikit di Tokyo hari Jumat. Keadaan pasar di Wall Street, New York tetap stabil hari Kamis.

XS
SM
MD
LG