Tautan-tautan Akses

Persetujuan China Atas Merk Dagang Trump Picu Kekhawatiran Soal Etika


Toilet bermerk Trump yang diproduksi oleh Shenzhen Trump Industrial Co. dipmerkan di kantor perusahaan tersebut di Shenzhen, China (13/2). (AP/Mark Schiefelbein)

China telah memberi persetujuan awal atas permintaan sejumlah merk dagang dari bisnis Presiden AS Donald Trump, memicu kembali kekhawatiran bahwa urusan pribadi presiden bertentangan dengan perannya sebagai pemimpin negara adidaya itu, dan karenanya dianggap melanggar konstitusi Amerika Serikat.

Para pengacara Trump mengajukan 38 pendaftaran merk dagang April tahun lalu, sewaktu Trump masih berusaha menjadi calon untuk dinominasikan oleh Partai Republik. Kantor Merek Dagang China telah mengisyaratkan persetujuan sementara dalam dua minggu terakhir.

Jika tidak ada keberatan, merk dagang itu akan secara resmi terdaftar dalam 90 hari. Merk itu mencakup berbagai usaha Trump, dari hotel, restoran, klub golf, bar, real estat dan lembaga keuangan, serta jasa pelayanan.

Trump Organization juga menerima persetujuan merk dagang tunggal pada bulan Februari untuk jasa konstruksi bermerek Trump. Persetujuan itu muncul setelah pertarungan hukum selama 10 tahun.

Sekelompok pakar etika presiden mengatakan, pertimbangan menguntungkan yang diberikan pemerintah China kepada Trump itu memperkuat alasan mereka bahwa pemerintah asing berusaha mendekati presiden akan cenderung memberikan perlakuan istimewa untuk kepentingan bisnis presiden.

Wakil-wakil Organisasi Trump mengatakan, mengamankan merk dagang adalah bagian normal melakukan bisnis di negara-negara di seluruh dunia sesuai hukum internasional. [ps/isa]

XS
SM
MD
LG