Tautan-tautan Akses

China Marah Pembangkang Liu Disamakan Mandela


Pembangkang China, Liu Xiaobo (foto: dok). Harian resmi Partai Komunis China menuduh Barat menggunakan kasus Liu untuk menentang kedaulatan pengadilan China.

Pembangkang China, Liu Xiaobo (foto: dok). Harian resmi Partai Komunis China menuduh Barat menggunakan kasus Liu untuk menentang kedaulatan pengadilan China.

Suratkabar Partai Komunis China mengecam disamakannya mendiang Nelson Mandela dengan pembangkan China yang dipenjara, Liu Xiaobo.

Suratkabar Partai Komunis China mengecam disamakannya mendiang pemimpin anti-apartheid Afrika Selatan Nelson Mandela dengan aktivis yang dipenjarakan China, Liu Xiaobo.

Setelah meninggalnya Mandela Pekan lalu, beberapa komentator Barat dan para pengguna media sosial China telah mengecam Beijing karena memuji mantan pemimpin Afrika Selatan itu sementara menindak penentangnya di dalam negeri, seperti Liu.

Beberapa komentator juga mengemukakan persamaan antara kedua pemenang Hadiah Nobel Perdamaian itu, yang keduanya dipenjarakan atas aktivisme politik mereka.

Tetapi, Global Times hari Rabu (11/12) membantah persamaan tersebut, dengan mengatakan Barat menggunakan kasus Liu untuk menentang kedaulatan pengadilan China dan mencemarkan prestasi hak azasi manusianya.

Dalam tajuknya, harian itu memuji perjuangan Mandela , toleransi dan usaha menjembatani perbedaan. Tetapi, tajuk itu mengatakan Liu adalah “seorang narapidana China yang melawan pihak berwenang dan ditolak oleh mayoritas masyarakat China.”

Suratkabar tersebut juga mendamprat Menteri Luar Negeri Amerika John Kerry, yang hari Senin menyerukan kepada Beijing agar membebaskan cendikiawan dan aktivis hak azasi manusia tersebut, yang sekarang telah dipenjarakan 5 tahun.
XS
SM
MD
LG