Tautan-tautan Akses

China Larang Aktivis Perempuan ke AS untuk Terima Penghargaan


Aktivis HAM China, Ni Yulan sempat menjadi tunawisma di Beijing dan dipenjara karena perjuangannya membela hak-hak legal warga China (foto: dok).

Aktivis HAM China, Ni Yulan sempat menjadi tunawisma di Beijing dan dipenjara karena perjuangannya membela hak-hak legal warga China (foto: dok).

Aktivis HAM Ni Yulan yang berasal dari China, dilarang melakukan perjalanan ke Amerika oleh pemerintah China.

Menteri Luar Negeri Amerika John Kerry hari Selasa (29/3) akan memberikan penghargaan International Women of Courage awards kepada 14 perempuan dari berbagai belahan dunia atas kepemimpinan mereka dalam memperjuangkan keadilan, HAM, demokrasi, kesetaraan gender dan pemberdayaan perempuan.

Salah seorang diantara ke-14 perempuan itu adalah aktivis HAM Ni Yulan yang berasal dari China, yang dilarang melakukan perjalanan ke Amerika oleh pemerintah China.

“Tahun ini kami memberikan penghargaan pada sekelompok perempuan yang menunjukkan keberanian pada tiga bidang utama”, ujar Kerry.

“Mereka mengungkap dan menentang kekerasan berbasis gender, memberantas korupsi dan memperkukat aturan hukum, dan mempromosikan keadilan han HAM bagi semua.”

Penerima penghargaan tahun ini mencakup aktivis Yazidi dari Suriah yang mendedikasikan dirinya untuk memberantas kekerasan berbasis gender, pengacara HAM dan pejuang bagi warga yang kurang beruntung dan terpinggirkan, aktivis dan eksekutif LSM yang melawan radikalisasi dan diskriminasi serta memperjuangkan hak-hak kaum transgender, dan seorang wartawan Rusia yang memperjuangkan demokrasi dan kebebasan informasi.

Salah seorang penerima penghargaan ini adalah petugas imigrasi dari Belize yang membantu melacak jaringan narkoba dan penyelundupan manusia. Lainnya adalah pengacara perempuan pertama Mauritania.

Ni Yulan – yang tidak bisa datang ke Amerika – mengatakan kepada VOA, pihak berwenang menolak mengeluarkan paspornya pada akhir bulan lalu.

“Ni Yulan telah membayar harga yang sangat mahal atas upayanya memperjuangkan hak-hak legal warga China,” ujar Kerry.

“Keterbukaannya telah membuatnya dipenjara, di mana ia dipukuli hingga lumpuh dari pinggang ke bawah. Tetapi hal ini tidak menghentikan Ni Yulan,” tambah Kerry.

“Ia tetap membela hak-hak kepemilikan rumah warga Beijing yang rumahnya dirobohkan," ujar Kerry.

Tahun ini menandai 10 tahun keberadaan International Women of Courage Award. Selama ini Amerika telah memberi penghargaan kepada 101 orang atas pencapaian mereka. [em]

XS
SM
MD
LG