Tautan-tautan Akses

China Pertimbangkan Langkah Tegas untuk Tundukkan Taiwan


Para anggota kelompok kemerdekaan Taiwan berdemonstrasi di Taipei, 14 Mei 2016. (Reuters/Tyrone Siu)

Para anggota kelompok kemerdekaan Taiwan berdemonstrasi di Taipei, 14 Mei 2016. (Reuters/Tyrone Siu)

Isu Taiwan menjadi topik panas di kalangan pejabat militer China, tidak hanya karena langkah Donald Trump.

Militer China menjadi waspada dengan apa yang dilihat sebagai dukungan presiden AS terpilih Donald Trump untuk Taiwan, dan sedang mempertimbangkan langkah tegas untuk mencegah pulau itu mengarah kepada kemerdekaan, menurut sumber-sumber pejabat militer senior.

Tiga sumber mengatakan salah satu kemungkinan yang sedang dipikirkan adalah melakukan permainan perang dekat pulau otonom itu yang dianggap China sebagai provinsi sempalan. Kemungkinan lain adalah serangkaian langkah ekonomi untuk melumpuhkan Taiwan.

Tidak jelas apakah keputusan sudah diambil, namun sumber-sumber itu, yang berbicara dengan syarat tidak disebutkan namanya, mengatakan isu Taiwan telah menjadi isu panas di kalangan eselon atas Tentara Pembebasan Rakyat China (PLA) dalam beberapa minggu terakhir.

Trump, yang akan dilantik pada 20 Januari, membuat marah Beijing bulan lalu dengan berbicara pada presien Taiwan lewat telepon, memutus preseden selama puluhan tahun dan memicu keraguan akan komitmen pemerintahan AS berikutnya terhadap kebijakan "satu China" dari Beijing.

Beijing takut hal ini dapat meningkatkan keberanian para pendukung kemerdekaan di Taiwan.

"Jika Trump menantang 'satu China' setelah menjadi presiden, hal ini akan melanggar garis merah kami," ujar sumber lain, yang memiliki hubungan dengan kepemimpinan China.

​Kementerian Pertahanan China menolak berkomentas. Seorang pejabat pada departemen berita di Kementerian itu mengatakan posisi China digariskan jelas dalam Undang-undang Anti-Pemisahan 2005, yang memberi wewenang penggunaan kekuatan melawan Taiwan jika wilayah itu dianggap memisahkan diri.

Ditanya mengenai kemungkinan langkah agresif dari China, juru bicara Kementerian Pertahanan China Chen Chung-shi mengatakan:

"Kami sangat bersiap, dan memiliki rencana untuk hal terburuk sambil bersiap untuk yang terbaik."

China mengklaim Taiwan yang otonom sebagai teritori yang sakral dan tidak dapat diganggu gugat dan sangat curiga kepada Presiden Tsai Ing-wen, dengan Partai Progresif Demokratisnya yang mendukung kemerdekaan pulau itu.

Tsai, yang menjabat tahun ini, mengatakan ia ingin mempertahankan perdamaian dengan China, namun China tidak yakin. [hd]

Tunjukkan komentar

XS
SM
MD
LG