Tautan-tautan Akses

China Keluarkan Peringatan Darurat Bahaya Gelombang Panas


Para mahasiswa bersiap beristirahat di aula olah raga Universitas Huazhong, Wuhan, provinsi Hubei, 21 Juli 2013. Pihak kampus menghidupkan pendingin udara di aula ini dan membagikan sedikitnya 450 matras untuk mahasiswanya, dalam upaya mengatasi hantaman gelombang panas yang mencapai 35 derajat Celcius di wilayah ini (Foto: dok).

Para mahasiswa bersiap beristirahat di aula olah raga Universitas Huazhong, Wuhan, provinsi Hubei, 21 Juli 2013. Pihak kampus menghidupkan pendingin udara di aula ini dan membagikan sedikitnya 450 matras untuk mahasiswanya, dalam upaya mengatasi hantaman gelombang panas yang mencapai 35 derajat Celcius di wilayah ini (Foto: dok).

Gelombang panas yang mencapai rekor baru dan menyebar di sebagian besar China telah menelan beberapa korban jiwa, mendorong pihak berwenang China mengeluarkan peringatan darurat.

Kantor berita pemerintah Xinhua memberitakan tentang laporan para pejabat daerah China terkait lebih dari 10 kematian akibat serangan panas di Shanghai. Serangan hawa panas tersebut telah berlangsung selama sembilan hari berturut-turut dengan temperatur di atas 38 derajat Celsius. Para pejabat tersebut mengatakan suhu udara Juli tahun ini merupakan yang terpanas dalam 140 tahun.

Untuk pertama kalinya, Badan Meteorologi China mengeluarkan tanggapan darurat tingkat dua, yang memperingatkan warga untuk mengurangi aktivitas di luar rumah dan memastikan mendapatkan akses ke pendingin udara.

Peringatan panas diberlakukan di sembilan propinsi, termasuk Shanghai, Chongqing, dan Hunan.

Kondisi diperkirakan tidak akan segera membaik, dan para peramal cuaca memperingatkan bahwa sejumlah kawasan di Selatan Sungai Yangtze dapat mengalami suhu yang bertahan di atas 35 derajat Celsius selama satu pekan mendatang.
XS
SM
MD
LG