Tautan-tautan Akses

China, Jepang Bersaing Bangun Kereta Api Cepat di Indonesia

  • Associated Press

Kereta api cepat menuju Guangzhou terlihat di Jembatan Yongdinghe, Beijing, China.

Kereta api cepat menuju Guangzhou terlihat di Jembatan Yongdinghe, Beijing, China.

Jalur kereta cepat yang akan menghubungkan Jakarta dan Bandung merupakan bagian dari proyek kereta cepat 750 kilometer yang akan melintasi pulau Jawa dan berakhir di Surabaya.

Menteri Perencanaan Pembangunan Nasional Andrinof Chaniago mengatakan, pemerintah sedang mengkaji proposal-proposal dari China dan Jepang untuk pembangunan jalur kereta cepat dan diperkirakan akan mengumumkan hasilnya bulan ini.

Andrinof, yang juga Ketua Badan Perencanaan Pembangunan Nasional (Bappenas), mengatakan kepada wartawan Selasa (11/8) bahwa keputusan mengenai proposal mana yang akan diterima dapat dibuat sekitar dua minggu.

Jalur kereta cepat, yang akan menghubungkan Jakarta dan Bandung, merupakan bagian dari proyek pemerintah untuk kereta kecepatan tinggi sepanjang 750 kilometer, yang akan melintasi empat provinsi di Jawa dan berakhir di Surabaya.

Presiden Joko Widodo memiliki rencana-rencana ambisius untuk meningkatkan infrastruktur Indonesia, yang dapat mendongkrak sektor manufaktur dan menciptakan ratusan ribu pekerjaan baru.

Para pejabat telah mengatakan bahwa proposal-proposal akhir yang dibuat oleh rival China dan Jepang menyusul upaya-upaya lobi tingkat tinggi yang intens, seiring persaingan kedua negara akan pengaruh politik dan komersial di Indonesia.

Kedua negara memiliki keahlian substansial dalam kereta cepat meski China baru belakangan terjun ke industri tersebut dibandingkan dengan Jepang.

"Kami akan melakukan kajian tidak lebih dari dua minggu dan akan membuat keputusan segera," ujar Andrinof, usai pertemuan dengan mitra dari China, Xu Shaoshi.

China dan Jepang telah menawarkan pinjaman berbunga rendah dan insentif lain karena mereka bersaing mendapatkan kontrak kereta tersebut.

Kedutaan Besar China di Jakarta hari Senin mengeluarkan pernyataan yang menjanjikan 40.000 pekerjaan baru di Indonesia untuk setiap tahun pembangunan jalur kereta api.

Andrinof mengatakan China memperkirakan proyek tersebut akan memakan biaya US$5,5 miliar dan menawarkan Indonesia pinjaman selama 50 tahun dengan bunga tahunan 2 persen.

Kepala Staf Kepresidenan, Luhut Panjaitan mengatakan, Badan Kerjasama Internasional Jepang (JICA) telah menawarkan pinjaman $4,4 miliar dengan jangka waktu pembayaran 40 tahun dan suku bunga kurang dari 1 persen.

Pada konferensi pers hari Selasa (11/8), Xu mengatakan China siap memulai konstruksi jalur Jakarta-Bandung bulan September dan dapat menyelesaikannya dalam tiga tahun.

"Teknologi kereta cepat kami cukup maju dan aman," ujar Xu.

Tunjukkan komentar

XS
SM
MD
LG