Tautan-tautan Akses

China Longgarkan Monopoli 2000 Tahun Atas Industri Garam


Para pelanggan antre di luar sebuah toko di Hong Kong untuk membeli garam, yang dipercaya dapat melindungi mereka dari radiasi. (Foto: Dok)

Para pelanggan antre di luar sebuah toko di Hong Kong untuk membeli garam, yang dipercaya dapat melindungi mereka dari radiasi. (Foto: Dok)

China telah bertekad untuk membuka ekonominya kepada lebih banyak kompetisi swasta dan asing dan membuat badan-badan usaha milik negara (BUMN) lebih kompetitif.

China telah mulai merombak industri garamnya, melonggarkan monopoli yang telah berlaku dalam berbagai bentuk selama lebih dari 2.000 tahun dan mendahului pembangunan Tembok Besar.

Aturan-aturan baru berlaku mulai tahun ini. Berdasarkan rencana yang diterbitkan Dewan Negara tahun lalu, para regulator pemerintah akan mengizinkan perusahaan-perusahaan swasta untuk memasuki pasar garam.

Penjual grosir yang sudah ada akan diperbolehkan beroperasi di luar wilayah yang telah ditentukan, menjalankan kampanye pemasaran dan memperkenalkan "cara distribusi baru".

Para perencana pemerintah akan tetap mengawasi penetapan harga ritel untuk "mencegah fluktuasi abnormal," namun harga-harga akan ditentukan oleh pasar, menurut Dewan Negara.

Dinasti-dinasti sampai lebih dari 2.000 tahun lalu telah mengontrol secara ketat bagaimana garam dibuat dan dijual. Di bawah kekuasaan Partai Komunis, para perencana pemerintah dan produsen garam telah bekerjasama untuk menetapkan target-target produksi dan harga, dengan pasukan polisi khusus mengawasi dan menutup produsen swasta.

Media pemerintah melaporkan di tahun 2013 bahwa pasar daring milik raksasa perdagangan internet Alibaba Group, Taobao, merazia para pedagang garam yang tidak berizin.

Namun dalam beberapa tahun terakhir, China telah bertekad untuk membuka ekonominya kepada lebih banyak kompetisi swasta dan asing dan membuat badan-badan usaha milik negara (BUMN) lebih kompetitif. Pengaturan industri garam -- segmen kecil dari ekonomi dibandingkan dengan industri-industri yang didominasi BUMN lainnya -- dapat menjadi ujian bagi tekad tersebut.

Para pengelola toko dan pengamat pasar mengatakan kepada media pemerintah bahwa mereka berharap harga-harga garam akan segera jatuh dan produk-produk garam baru akan segera dikirim.

Namun Zou Jialai, pengacara Shanghai yang mewakili perusahaan-perusahaan swasta dalam kasus-kasus terkait garam, memperingatkan bahwa monopoli tidak berakhir. Zou memperkirakan BUMN-BUMN akan terus mengontrol penjualan garam, namun dengan lebih banyak persaingan daripada sebelumnya.

“Menurut saya ini bukan reformasi, cuma perbaikan," ujar Zou. "Monopoli masih ada dan itu tidak pantas." [hd]

XS
SM
MD
LG