Tautan-tautan Akses

China Eksekusi 3 Terpidana Serangan Maut di Stasiun Kunming


Polisi berpatroli di depang pengadilan tempat persidangan terpidana serangan maut dengan pisau di Kunming, Yunan. (Foto: Dok)

Polisi berpatroli di depang pengadilan tempat persidangan terpidana serangan maut dengan pisau di Kunming, Yunan. (Foto: Dok)

Ketiganya dinyatakan bersalah melakukan pembunuhan dan memimpin satu kelompok teroris, yang menurut pihak berwenang melakukan serangan pisau pada Maret 2014 di stasion kereta api Kunming.

China telah mengeksekusi tiga pria atas tuduhan keterlibatan mereka dalam serangan maut tahun lalu yang menewaskan 31 orang di stasiun kereta api di kota Kunming, China barat daya.

Pria-pria tersebut, Iskandar Ehet, Turgun Tohtunyaz dan Hassayn Muhammad, dibunuh Selasa (23/3), demikian menurut pernyataan Pengadilan Menengah Rakyat di Kunming.

Ketiganya dinyatakan bersalah bulan September melakukan pembunuhan dan memimpin satu kelompok teroris, yang menurut pihak berwenang melakukan serangan pisau pada Maret 2014 di stasion kereta api Kunming.

Polisi menembak mati empat orang dari kelima penyerang. Penyerang lainnya, seorang perempuan yang sedang hamil, ditangkap hidup-hidup dan telah dijatuhi hukuman seumur hidup.

Ini adalah salah satu serangan paling banyak menjatuhkan korban yang dituduh China dilakukan oleh separatis yang berbasis di daerah Xinjiang, China barat, daerah asal etnik Uighur, yang sebagian besar minoritas Muslim.

Dalam tahun-tahun belakangan ini, ratusan telah tewas dalam serangan kekerasan, yang semakin sering menyerang warga sipil serta pihak berwenang pemerintah. China telah membalas dengan penindakan anti-teror yang keras dan mengakibatkan puluhan orang dihukum mati dan ratusan orang ditangkap.

Banyak aktivis Uighur di pengasingan mengatakan kekerasan adalah reaksi terhadap kebijakan penindasan China di Xinjiang, dimana Uighur telah hidup berabad-abad tetapi lambat-laun digantikan oleh kelompok mayoritas Han China.

XS
SM
MD
LG