Tautan-tautan Akses

China Catat Pertumbuhan Ekonomi Kuartal Terlemah Sejak 2009


Seorang pekerja tengah bekerja di antara tangan-tangan robot di pabrik Rapoo Technology di kawasan industri Shenzhen, China (Foto: dok).

Seorang pekerja tengah bekerja di antara tangan-tangan robot di pabrik Rapoo Technology di kawasan industri Shenzhen, China (Foto: dok).

Perekonomian China tumbuh pada tingkat terendahnya dalam 25 tahun, karena melemahnya permintaan ekspor global, meskipun pemerintah telah memangkas tingkat suku bunga lima kali sejak November dan meningkatkan belanja infrastruktur.

Ekonomi China melamban pada kuartal ke-tiga tahun 2015, dengan pertumbuhan hanya 6,9 persen. Ini merupakan pertumbuhan kuartalan terlemah bagi ekonomi terbesar ke-dua dunia itu sejak perlambanan ekonomi global.

Angka-angka yang dilansir hari Senin oleh Biro Statistik Nasional China itu menandai untuk pertama kalinya tingkat pertumbuhan Produk Domestik Bruto China merosot di bawah 7 persen sejak kuartal ke-dua 2009, sewaktu angka tersebut turun menjadi 6,2 persen. Biro itu menyatakan produksi manufaktur naik hanya 5,7 persen dalam bulan September, suatu isyarat perlambanan ekonomi lebih jauh.

Perekonomian China tumbuh pada tingkat terendahnya dalam 25 tahun, karena melemahnya permintaan ekspor global, meskipun pemerintah telah memangkas tingkat suku bunga lima kali sejak November dan meningkatkan belanja infrastruktur. Ambruknya bursa saham baru-baru ini dan devaluasi yuan Beijing yang mengejutkan juga telah menambah masalah.

Seorang juru bicara biro statistik mengatakan kepada wartawan di Beijing bahwa ekonomi menghadapi “tekanan ke bawah” sementara negara itu beralih dari ekonomi yang digerakkan oleh ekspor menjadi oleh permintaan konsumen.

Penjualan ritel tahunan tumbuh 10,9 persen pada bulan Agustus. Investasi aset tetap, yang mengukur belanja pemerintah untuk infrastruktur, tumbuh 10,3 persen antara Januari dan September tahun ini. [uh]

XS
SM
MD
LG