Tautan-tautan Akses

China Berlakukan Larangan Baru di Perbatasan Tibet


Wilayah China terlihat di sebelah kanan Friendship Bridge dari desa Liping di perbatasab Nepal-Tibet, 105 kilometer sebelah utara Katmandu (Foto: dok).

Wilayah China terlihat di sebelah kanan Friendship Bridge dari desa Liping di perbatasab Nepal-Tibet, 105 kilometer sebelah utara Katmandu (Foto: dok).

China memberlakukan larangan baru di wilayah perbatasan Tibet, Minggu (1/1), dengan menyebut risiko terorisme, tetapi larangan baru itu juga muncul pada saat pemimpin spiritual Tibet, Dalai Lama, memulai acara popular Buddha di India.

Surat kabar Global Times yang dikelola China melaporkan hari Senin (2/1), larangan baru bertujuan memerangi risiko 'terorisme' dan 'separatisme' di wilayah tersebut.

Kritikus mengatakan, pihak berwenang sering menimbulkan ketakutan seperti itu jika memberlakukan larangan baru di Tibet, dan media Tibet di pengasingan mengatakan ada tanda-tanda tindakan itu lebih ditujukan untuk mencegah warga Tibet bepergian daripada meningkatkan keamanan.

Peraturan baru pertama kali diumumkan pada bulan Desember oleh harian Tibet Daily, media resmi berbahasa Tibet, yang mengatakan akan berlaku pada 1 Januari tahun 2017. Namun, artikel bahasa Tibet itu tidak menggunakan kata terorisme sebagai alasan larangan baru itu diberlakukan.

Pada tanggal 15 Desember, Tibet Daily mengutip Bagdro, wakil kepala kepolisian perbatasan Tibet, yang mengatakan peraturan "baru" itu berfokus pada membatasi pergerakan di wilayah perbatasan dan menstabilkan wilayah tersebut melalui pembangunan ekonomi dan sosial.

Dalai Lama memulai ajaran yang dikenal sebagai Kalachakra di Bodh Gaya, India, Selasa (3/1). Ini adalah ajaran Buddha paling populer oleh pemimpin spiritual dan diadakan di sebuah tempat suci yang diyakini tempat di mana Buddha menerima pencerahan. (ps/al)

XS
SM
MD
LG