Tautan-tautan Akses

China Berjanji akan Pertahankan Semua Teritorinya


Presiden China Xi Jinping menyampaikan pidato pada perayaan ulang tahun presiden pertama China Sun Yat-sen yang ke-150, Jumat  (11/11) di Beijing, China (AP Photo/Ng Han Guan).

Presiden China Xi Jinping menyampaikan pidato pada perayaan ulang tahun presiden pertama China Sun Yat-sen yang ke-150, Jumat  (11/11) di Beijing, China (AP Photo/Ng Han Guan).

Pernyataan presiden China Xi Jinping itu disampaikan sementara China telah menghentikan komunikasi dengan Taiwan sampai pulau yang memiliki pemerintahan sendiri itu mengakui "Kebijakan Satu China".

China menyerukan persatuan nasional untuk semua teritori yang dianggap wilayahnya.

Berbicara pada ulang tahun presiden pertama China Sun Yat-sen yang ke-150, Jumat (11/11), Presiden China Xi Jinping mengatakan China tidak akan membiarkan semua upaya oleh teritorinya untuk memisahkan diri dari China.

Pernyataan presiden itu disampaikan sementara China telah menghentikan komunikasi dengan Taiwan sampai pulau yang memiliki pemerintahan sendiri itu mengakui "Kebijakan Satu China".

Sebelumnya China melarang dua pejabat terpilih Hong Kong menduduki jabatan mereka setelah mereka menyatakan sentimen anti China.

"Semua kegiatan yang berupaya memecah negara pasti akan sangat ditentang oleh semua orang China. Kami tegas tidak akan membiarkan siapa pun, setiap organisasi, pihak manapun untuk memisahkan secuil wilayah dari China, dengan cara apapun setiap saat," kata Xi di Balai Agung Rakyat di pusat kota Beijing.

Tsai Ing-wen, presiden perempuan pertama Taiwan dari Partai Progresif Demokratik (DPP) yang meragukan China, menjabat pada bulan Mei setelah kemenangan pemilu telak atas Partai Kuomintang (KMT) yang lebih bersahabat dengan China.

Dia meminta agar Beijing menghadapi kenyataan mengenai keberadaan pemerintahnya dan demokrasi pulau itu dan mengatakan kedua pihak harus duduk bersama dan berbicara.

China menegaskan bahwa Taiwan adalah bagian dari China.
Pemerintah China telah mengecam pendukung kemerdekaan Hong Kong sebagai separatis dan meremehkan mereka sebagai minoritas pinggiran. Ketika pemimpin peringkat tiga China, Zhang Dejiang, mengunjungi wilayah itu pada bulan Mei, dia memperingatkan bahwa Hong Kong "pasti akan membusuk" jika meninggalkan otonomi "satu negara, dua sistem" yang ditetapkan dalam Undang-Undang Dasar. [as/uh]

Tunjukkan komentar

XS
SM
MD
LG