Tautan-tautan Akses

China Beri Alasan Hukuman Berat Cendekiawan Uighur


Ilham Tohti saat memberikan kuliah di Universitas Ventral Nationalities di Beijing, China (Foto: dok).

Ilham Tohti saat memberikan kuliah di Universitas Ventral Nationalities di Beijing, China (Foto: dok).

Hukuman atas profesor ekonomi, Ilham Tohti, telah mendatangkan kecaman dari dunia internasional. Profesor Tohti telah memperjuangkan hak yang lebih besar bagi minoritas Uighur.

China memberi garis besar dari apa yang dikatakannya bukti tuduhan separatisme, yang mengakibatkan hukuman penjara seumur hidup dijatuhkan terhadap seorang cendekiawan terkemuka Uighur.

Hukuman profesor ekonomi, Ilham Tohti, telah mendatangkan kecaman dari dunia internasional. Profesor Tohti telah memperjuangkan hak yang lebih besar bagi minoritas Uighur.

Amerika Serikat, Uni Eropa, dan beberapa organisasi utama hak asasi internasional telah mendesak China agar membebaskan Tohti, yang mereka katakan seorang pengeritik Beijing yang keras tetapi damai.

Sebuah artikel kantor berita resmi Xinhua berusaha menghilangkan anggapan itu hari Kamis (25/9), yang menggambarkan profesor itu sebagai seorang ektrimis yang mendorong mahasiswanya melakukan tindak kekerasan.

Xinhua mengatakan tim jaksa mengungkapkan gambar-gambar video yang menunjukkan Tohti mendesak para mahasiswanya agar melawan pemerintah China, yang kabarnya ia sebut “setan bagi rakyat Uighur.

Artikel tadi juga mengutip para saksi yang tidak disebut namanya yang mengatakan Tohti “di belakang lebih 100 artikel yang menganjurkan separatisme” dalam situsnya Uighur Online, yang telah ditutup oleh pemerintah.

Pengacara yang membelanya, Li Fangping, membantah banyak hal dari apa yang disebut bukti yang dimuat Xinhua, dengan mengatakan komentar-komentar tersebut tidak benar atau penyalah-tafsiran..

Li mengatakan kepada kantor berita Perancis bahwa ia telah menyampaikan keluhan dengan alasan bahwa ilegal memberitakan bukti sebelum Tohti mempunyai kesempatan untuk naik banding.

XS
SM
MD
LG