Tautan-tautan Akses

China Batasi Ekspor ke Korea Utara Terkait Sanksi Nuklir


Jurubicara Kementerian Luar Negeri China Hong Lei memberikan penjelasan kepada wartawan soal pembatasan ekspor ke Korut, Selasa 24/9 (foto: dok).

Jurubicara Kementerian Luar Negeri China Hong Lei memberikan penjelasan kepada wartawan soal pembatasan ekspor ke Korut, Selasa 24/9 (foto: dok).

China mengetatkan daftar barang yang bisa diekspor ke Korea Utara sebagai bagian dari sanksi internasional terkait program nuklir Korut.

Pemerintah China telah mengetatkan pembatasan terhadap barang-barang yang dilarang untuk diekspor ke Korea Utara sebagai bagian dari sanksi-sanksi internasional terkait program nuklir Pyongyang.

Daftar bahan terlarang yang dapat digunakan untuk sipil dan militer mencakup bahan-bahan yang digunakan dalam bidang nuklir, misil, kimia dan biologi. Pengumuman Kementerian Perdagangan China yang dimuat dalam situs internetnya hari Selasa mencakup 236 halaman penjelasan dan rincian barang yang dilarang.

Tindakan China memperketat pembatasan terhadap Korea Utara dengan mengeluarkan daftar panjang barang dan teknologi yang dilarang diekspor ke negara tetangganya itu, mencerminkan keinginan Beijing untuk mengusahakan Pyongyang agar berjanji kembali melucuti senjata nuklirnya melalui perundingan.

Jurubicara Kementerian Luar Negeri China Hong Lei mengatakan kepada wartawan hari Selasa bahwa daftar itu tidak dimaksudkan untuk menghukum Korea Utara, tetapi untuk lebih mendorong denuklirisasi Semenanjung Korea.

Shen Ding Li, direktur Pusat Kajian Amerika di Universitas Fudan di Shanghai, mengatakan kepada VOA bahwa daftar itu seharusnya dikeluarkan sejak lama.

Beijing menyetujui putaran sanksi-sanksi terbaru awal tahun ini setelah Pyongyang melakukan ujicoba nuklir bawah tanah yang ke-tiga pada bulan Februari.
XS
SM
MD
LG