Tautan-tautan Akses

China: AS Harus Obyektif Terhadap Ketegangan di Asia


Kepala Komando Staf Gabungan AS Jenderal Martin E. Dempsey, bersalaman dengan Jenderal Fang Fenghui, Kepala Staf Militer China dalam pertemuan di Washington, D.C. (14/5).

Kepala Komando Staf Gabungan AS Jenderal Martin E. Dempsey, bersalaman dengan Jenderal Fang Fenghui, Kepala Staf Militer China dalam pertemuan di Washington, D.C. (14/5).

China mengatakan beberapa negara tetangga menggunakan sikap AS yang menggeser fokus kebijakan luar negerinya pada Asia sebagai kesempatan untuk memperkeruh situasi.

Pejabat militer China pada Kamis (15/5) menyalahkan fokus baru pemerintahan Obama atas Asia untuk berbagai sengketa di Laut China Selatan dan Timur, dengan mengatakan "beberapa negara tetangga" menggunakan isu itu sebagai kesempatan untuk memprovokasi masalah.

Berbicara pada wartawan di Departemen Pertahanan AS atau Pentagon, Kepala Staff Umum Militer China Jenderal Fang Fenghui juga mengingatkan bahwa AS harus obyektif terhadap ketegangan antara China dan Vietnam atau berisiko merusak hubungan Washington dan Beijing.

Ia membela pembangunan anjungan minyak di Laut China Selatan dan mengatakan Beijing tidak berniat mengabaikan pengeboran meski ada protes-protes dengan kekerasan di Vietnam.

Fang berada di Pentagon untuk bertemu dengan Ketua Komandan Gabungan Jenderal Martin Dempsey. Pertemuan itu ada di tengah kerusuhan massa yang menyasar China di sebuah pabrik baja di Vietnam dan protes-protes anti-China terkair pembangunan anjungan minyak sekitar 150 mil dari pesisir Vietnam.

Sebagai tanggapan, Vietnam mengirim kapal-kapal ke wilayah terasebut, yang terus bertemu dan bertabrakan dengan kapal China yang menjaga anjungan tersebut.

Fang menekankan bahwa pemerintah China yakin pengeboran itu ada di wilayah perairan China dan "kita tidak ingin kehilangan satu inci pun" dari wilayah tersebut, yang telah diwariskan nenek moyang.

Dempsey menolak merinci diskusinya dengan Fang, hanya mengatakan bahwa mereka membahas "ketegangan di Laut China Selatan dan bagaimana aksi-aksi provokatif dapat mengarah pada konfrontasi."

Fang mengatakan "beberapa negara tetangga" menggunakan sikap Amerika yang menggeser fokus kebijakan luar negerinya pada Asia sebagai kesempatan untuk "memperkeruh beberapa masalah yang membuat Laut China Selatan dan Laut China Timur tidak setenang sebelumnya."

Fokus yang meningkat dari AS ke Asia termasuk penambahan pasukan militer, kapal dan aset-aset lainnya di wilayah itu. (AP)
XS
SM
MD
LG