Tautan-tautan Akses

Mantan Presiden Liberia Dipindahkan ke Penjara Inggris


Mantan Presiden Liberia Charles Taylor (kiri) dalam sidang di Mahkamah Kejahatan Internasional di Den Haag (26/9) lalu (foto: dok).

Mantan Presiden Liberia Charles Taylor (kiri) dalam sidang di Mahkamah Kejahatan Internasional di Den Haag (26/9) lalu (foto: dok).

Mantan Presiden Liberia Charles Taylor telah dipindahkan ke penjara Inggris di mana ia akan menjalani hukuman 50 tahun atas kejahatan perang.

Pengadilan Khusus untuk Sierra Leone yang didukung PBB menyatakan mantan Presiden Liberia Charles Taylor dipindahkan dari Den Haag, Belanda, ke Inggris, Selasa. Dia diserahkan kepada pejabat penjara Inggris.

Tahun lalu, pengadilan khusus itu menyatakan Taylor bersalah atas 11 tuduhan kejahatan perang dan kejahatan terhadap kemanusiaan karena membantu pemberontak dalam perang saudara selama 11 tahun di Sierra Leone yang berakhir pada tahun 2002.

Jaksa penuntut mengatakan ia menerima apa yang disebut "berlian darah" sebagai imbalan mempersenjatai pemberontak, yang terkenal karena memperkosa, membunuh dan memutilasi warga sipil.

Taylor adalah mantan kepala negara pertama yang dihukum oleh pengadilan internasional sejak pemimpin Nazi dijatuhi hukuman setelah Perang Dunia II. Mantan pemimpin berusia 65 tahun itu tetap mengatakan dirinya tidak bersalah.
XS
SM
MD
LG