Tautan-tautan Akses

CEO Lufthansa Berkunjung ke Lokasi Jatuhnya Germanwings


CEO Lufthansa Carsten Spohr (kanan) dan Managing Director Germanwings Thomas Winkelmann berbicara dalam sebuah konferensi pers dekat tempat peringatan bagi korban kecelakaan pesawat di desa Le Vernet, 1 April 2015.

CEO Lufthansa Carsten Spohr (kanan) dan Managing Director Germanwings Thomas Winkelmann berbicara dalam sebuah konferensi pers dekat tempat peringatan bagi korban kecelakaan pesawat di desa Le Vernet, 1 April 2015.

CEO perusahaan penerbangan Jerman, Lufthansa, mengatakan dibutuhkan waktu lama untuk menentukan apa yang menyebabkan jatuhnya pesawat Germanwings minggu lalu di Pegunungan Alpen.

Carsten Spohr pada hari Rabu (1/4) berkunjung ke lokasi jatuhnya pesawat tersebut pada hari Rabu 24 Maret di Seyne-les-Alpes, di mana para keluarga dan teman korban berkumpul dekat jurang tempat pesawat jet Airbus A320 jatuh. Ia menyampaikan duka yang mendalam terkait kecelakaan tersebut dan berjanji perusahaannya akan membantu keluarga 150 korban selama mungkin.

Spohr ditemani oleh Thomas Winkelmann, CEO Germanwings, yang merupakan anak perusahaan Lufthansa, pada hari Rabu (1/4). Para wartawan meneriakkan pertanyaan kejam tentang kenapa co-pilot, yang diyakini sengaja menabrakkan pesawat tersebut, diijinkan menerbangkan pesawat ketika ditemukan bukti bahwa ia sakit. Tapi keduanya tidak menjawab pertanyaan tersebut.

Para penyelidik mengatakan pada hari Rabu (1/4) bahwa mereka telah selesai mencari tubuh korban di lokasi kecelakaan. Mereka masih mencari satu alat perekam "black box" yang mungkin bisa membantu mereka menetapkan apa yang terjadi pada menit-menit terakhir sebelum kecelakaan terjadi.

Kesehatan mental co-pilot

FILE - Andreas Lubitz ikut dalam half marathon Airportrace di Hamburg (13 September 2009).

FILE - Andreas Lubitz ikut dalam half marathon Airportrace di Hamburg (13 September 2009).

Lufthansa mengatakan pada hari Selasa bahwa co-pilot, Andreas Lubitz yang berusia 27 tahun, memberi tahu sekolah penerbangannya pada tahun 2009 bahwa ia pernah mengalami periode depresi serius. Perusahaan penerbangan tersebut mengatakan sebuah pesan ditemukan di email yang Lubitz kirim ke sekolah penerbangan maskapai penerbangan tersebut ketika ia meneruskan pendidikannya setelah sempat terputus. Lufthansa mengatakan mereka lalu menerima sertifikat medis "yang menyatakan Lubitz pantas untuk menerbangkan pesawat."

Kejaksaan Perancis mengatakan pada hari Senin (30/3) bahwa Lubitz mempunyai kecenderungan bunuh diri, namun tampak stabil saat pesawat tersebut jatuh di wilayah terpencil Perancis selatan.

Presiden Perancis Francois Hollande mengatakan semua korban di penerbangan dari Barcelona, Spanyol ke kota Jerman, Dusseldorf akan diidentifikasi lewat sampel DNA akhir minggu ini.

Para pejabat Perancis mengatakan alat perekam suara kokpit pesawat mengindikasikan Lubitz mengunci pintu kokpit dan pilot Patrick Sondheimer tidak bisa masuk sekembalinya dari kamar mandi sebelum dengan sengaja membuat pesawat itu jatuh dan menabrak pegunungan.

Para jaksa mengatakan mereka belum menemukan motif lain dari tindakannya tersebut.

Tunjukkan komentar

XS
SM
MD
LG