Tautan-tautan Akses

Cegah Radikalisasi, BNPT Dorong Kewirausahaan Warga Poso

  • Yoanes Litha

Mantan Ketua Mantiqi III Jamaah Islamiyah atau "JI", Nasir Abbas (VOA/Yoanes).

Mantan Ketua Mantiqi III Jamaah Islamiyah atau "JI", Nasir Abbas (VOA/Yoanes).

Guna mencegah warga Poso terpengaruh radikalisasi kelompok teroris, Badan Nasional Penanggulangan Terorisme BNPT mendorong kewirausahaan warga.

Berbagai upaya dilakukan kelompok teroris Santoso di Sulawesi Tengah supaya warga mau bergabung atau setidaknya bersimpati pada perlawanan yang dilakukan, mulai dari aksi kekerasan hingga bujuk rayu. Oleh karena itu Badan Nasional Penanggulangan Terorisme BNPT mendorong kewirausahaan warga – terutama mereka yang pernah tertarik bergabung dengan kelompok teroris di Poso Sulawesi Tengah.

Koordinator Pengawasan, Pengembangan dan Keagamaan di Direktorat Deradikalisasi BNPT, Alfi Nur Endarta mengatakan kepada VOA, kegiatan kewirausahaan ini membantu warga agar tidak menjadi korban kekerasan atau termakan bujuk rayu kelompok teroris Santos.

“Kebanyakan mereka itukan sebenarnya membutuhkan kesibukan, kadang kadang kita kalau sudah bingung itu, akhirnya mereka berbuat macam macam, atau ketika ada orang datang menawarkan sesuatu, mereka di doktrin, mereka sulit untuk mengelak,” kata Alfi Nur Endarta.

Ditambahkannya BNPT kini juga sedang membantu 70 warga Poso yang pernah tertarik dengan kelompok Santoso dan Daeng Koro, untuk memulai kehidupan yang lebih baik melalui kegiatan kewirausahaan mandiri sesuai dengan minat mereka.

“Mereka itu masih ada kaitan dengan beberapa kelompok. Ada yang punya keterkaitan dulu aktif di kelompoknya Santoso, ada. Di kelompoknya Daeng Koro, ada. Tapi Alhamdulillah mereka semua sudah bermitra dengan kita, mudah-mudahan bisa semakin baiklah,” lanjutnya.

BNPT sebagai badan koordinatif juga berupaya berkoordinasi dengan instansi terkait untuk maksud yang sama. Kegiatan dukungan wirausaha itu merupakan “pilot project” yang jika berhasil, akan dilanjutkan kembali tahun depan.

“Jadi kami beri mereka pembekalan wawasan kebangsaan dan keagamaan dulu, dan ada sedikit anggaran tapi kami tidak membantu, hanya mengajak mereka berdaya dengan anggaran yang ada untuk digunakan kegiatan usaha berkelanjutan,” imbuh M. ALfi Nur Endarta.

Senada dengan hal itu, mantan Ketua Mantiqi III Jamaah Islamiyah (JI) Nasir Abbas mengatakan pemerintah perlu memberi perhatian pada generasi muda di Poso agar bisa mandiri sehingga tidak mudah terpengaruh dengan ajakan dari kelompok kelompok tertentu yang ingin mengganggu keamanan di Poso.

“Dengan pengetahuan keterampilan berwirausaha itu generasi muda bisa menjalankan usaha, menyibukkan diri mereka sendiri, dengan usaha usaha kemandirian yang mereka bisa jalankan. Nah ini keterampilan yang perlu diberikan perhatian kepada anak anak muda atau remaja remaja di Poso supaya mereka tidak mudah terpengaruh dengan ajakan ajakan kelompok kelompok yang ingin mengganggu keamanan di Poso ini,” kata Nasir Abbas.

Nasir Abbas juga memuji keamanan dan kedamaian di Poso yang sangat baik, dimana masyarakat semakin aktif berbisnis dan mengembangkan diri. [yl/em]

XS
SM
MD
LG