Tautan-tautan Akses

AS

Cecilia Chiang: Pelopor Makanan China di AS


Cecilia Chiang di dapur rumahnya di San Francisco. (AP/Eric Risberg)

Cecilia Chiang di dapur rumahnya di San Francisco. (AP/Eric Risberg)

Chiang membuka restoran dengan niat memperkenalkan makanan China yang otentik pada orang-orang Amerika.

Cecilia Chiang dianggap sebagai orang yang memperkenalkan Amerika pada makanan China yang otentik, meski itu bukan rencana awalnya.

Chiang bukanlah seorang koki dan tidak berniat untuk menjadi pemilik restoran di Amerika. Pada awal 60an, ia meminjamkan uang pada beberapa kawannya untuk membuka restoran di San Francisco. Namun mereka mundur pada saat-saat terakhir dan untuk menyelamatkan bisnis tersebut, Chiang memutuskan untuk melakukannya sendiri.

"Mungkin itu takdir saya," ujarnya dalam sebuah wawancara baru-baru ini.

Usaha tersebut kemudian berkembang menjadi restoran Mandarin yang terkenal di kota itu, dan selamanya mengubah makanan China di Amerika. Tidak banyak yang mengetahui kisah ini, tapi hal itu akan berubah tak lama lagi. Kehidupan Chiang adalah subyek dari sebuah film dokumenter baru berjudul "Soul of a Banquet," yang disutradarai Wayne Wang (juga menyutradarai "The Joy Luck Club").

Film ini mengikuti Chiang saat ia mempersiapkan sebuah perjamuan untuk menghormati ulang tahun ke-40 restoran Chez Panisse milik Alice Waters. Film tersebut menjalin detil-detil kehidupan Chiang di China sebelum ia datang ke AS, maupun mengenai perjuangan keluarganya saat ia menjalankan Mandarin.

Chiang, 94, tumbuh di China pada waktu di mana yang memasak adalah para pembantu. Ia kuliah di Beijing, namun merasa tidak akan perlu bekerja. Ketika komunis berkuasa, Chiang dan keluarganya pindah ke Jepang.

Beberapa tahun kemudian sekitar 1960, ia mengunjungi saudara perempuannya di AS. Ia tidak berencana tinggal, tapi saat di sana meminjami beberapa temannya uang untuk membuka restoran. Saat kontraknya gagal, ia tidak dapat mendapat uangnya kembali untuk menyewa restoran, jadi ia pun membuka restoran itu.

Saat itu, ia sempat makan di daerah pecinan San Francisco dan menemukan makanan-makanan aneh yang tak pernah ia dengar sebelumnya, seperti chop suey dan telur foo young.

"Saya merasa itu sangat lucu. Kalian menyebut ini makanan China?" kenangnya. "Konyol sekali, jadi saya pikir, kalau saya mau membuka restoran, saya ingin memperkenalkan makanan China yang sebenarnya pada orang Amerika."

Tapi hal itu tidak mudah. Ia tidak pernah memasak di dapur profesional sebelumnya, dan ia berbicara Mandarin, bukan Bahasa Inggris atau Kanton, yang dipakai sebagian besar pemasok di San Francisco.

Ia juga menolak menghidangkan makanan China gaya Amerika, dan menciptakan menu dari tempat asalnya. Untuk banyak pelanggan, masakan gaya Mandarin dan Sichuan yang dibuatnya terasa baru dan aneh.

"Namun mereka mencobanya dan setelah beberapa tahun, saya mengedukasi para pelanggan untuk memakan makanan saya," ujarnya.

Chiang pensiun dan menjual restorannya pada 1991 (restoran itu kemudian tutup 15 tahun kemudian). Namun warisannya berlanjut. Putranya, Philip, adalah salah satu pendiri waralaba restoran P.F. Chang's. Dan Chiang masih menikmati memasak makanan China otentik untuk dirinya, maupun mengajar masakan tersebut ke koki-koki muda.

"Yang terpenting adalah, saya hanya ingin mendidik Amerika mengenai makanan China. Dan saya kira saya telah melakukannya," ujarnya. (AP)
XS
SM
MD
LG