Tautan-tautan Akses

Cari Penembak Charlie Hebdo, Polisi Perancis Tangkap 7 Orang


Warga Perancis di Jepang memegang tanda bertuliskan "Saya Charlie" pada penghormatan untuk para korban penembakan di kantor koran Charlie Hebdo di Paris (7/1).

Warga Perancis di Jepang memegang tanda bertuliskan "Saya Charlie" pada penghormatan untuk para korban penembakan di kantor koran Charlie Hebdo di Paris (7/1).

Perdana Menteri Manuel Valls mengatakan kekhawatiran utama pemerintah saat ini adalah mencegah terjadinya serangan susulan.

Para pejabat Perancis mengatakan tujuh orang telah ditangkap di tengah pencarian dua tersangka penembakan massal Rabu (7/1) yang telah menewaskan 12 orang di kantor pusat koran satir Charlie Hebdo di Paris.

Perdana Menteri Manuel Valls mengatakan pada wartawan Kamis bahwa mencegah serangan susulan adalah kekhawatiran utama pemerintah.

Salah seorang tersangka, Hamyd Mourad, 18 tahun, telah menyerahkan diri kepada pihak berwenang Rabu malam. Polisi masih mencari kakak beradik Said dan Cherif Kouachi.

Kedua pria itu adalah warga Paris berusia 30an, dan Cherif sebelumnya menghabiskan waktu di penjara untuk dakwaan terorisme. Pihak berwenang mengatakan mereka "bersenjata dan berbahaya".

Polisi mengidentifikasi para tersangka setelah salah satunya meninggalkan kartu identitas di mobil yang digunakan untuk melarikan diri setelah melakukan pembantaian di kantor media satir tersebut, yang dikenal suka menerbitkan kartun-kartun yang terkadang mengolok-olok ekstremisme Muslim.

Bendera-bendera dikibarkan setengah tiang di berbagai penjuru Perancis, sementara negara itu berkabung sehari untuk mengenang para korban.

Sementara itu, kepolisian di Paris mengatakan seorang petugasnya tertembak dalam konfrontasi di bagian selatan ibukota. Masih belum jelas apakah penembakan itu terkait dengan perburuan tersangka penembakan.

Presiden Barack Obama dan sejumlah pemimpin dunia lainnya telah menyatakan duka cita dan kecaman atas serangan Rabu.

Sekretaris Jenderal PBB Ban Ki-moon mengatakan kekerasan semacam itu harus menjadi daya pemersatu.

Para pemimpin Muslim di Perancis juga telah mengutuk penembakan itu.‚Äč

XS
SM
MD
LG