Tautan-tautan Akses

Cameron akan Perjuangkan Kepentingan Inggris pada KTT Uni Eropa

  • Lisa Bryant

PM Inggris David Cameron (kiri) berbicara dengan Kanselir Jerman Angela Merkel di sela KTT Uni Eropa di Brussels, Belgia, Rabu (18/2).

PM Inggris David Cameron (kiri) berbicara dengan Kanselir Jerman Angela Merkel di sela KTT Uni Eropa di Brussels, Belgia, Rabu (18/2).

PM David Cameron mengatakan akan "berjuang bagi kepentingan Inggris" dalam KTT dengan para pemimpin Uni Eropa di Brussels yang akan didominasi oleh isu krisis migran di kawasan itu dan ancaman bahwa Inggris akan keluar dari perkumpulan itu.

"Kami perlu suatu perjanjian yang baik, tapi bukan sembarang perjanjian," kata Perdana Menteri Inggris David Cameron dalam pembicaraan di Brussels.

"Saya akan berjuang untuk Inggris. Jika kita bisa mendapatkan kesepakatan yang baik, saya akan menerimanya. Tetapi saya tidak akan menyetujui kesepakatan yang tidak memenuhi apa yang kita perlukan. Saya pikir jauh lebih penting untuk menyelesakan hal ini dengan baik daripada melakukan sesuatu dengan terburu-buru," tambahnya.

Perdana Menteri Inggris Cameron menginginkan konsesi dari para pemimpin Uni Eropa lainnya mengenai berbagai tuntutan utama yang bisa diajukannya kepada para pemilih Inggris dalam referendum pada akhir tahun, mengenai apakah negaranya akan tetap menjadi anggota Uni Eropa atau tidak.

Katanya, Itu bisa terjadi, dengan "niat yang baik dan kerja keras."

Ketua Komisi Eropa Jean-Claude Juncker mengatakan ia sangat yakin bisa mencapai persetujuan, tetapi Presiden Perancis Francois Hollande lebih berhati-hati.

"Kesepakatan mungkin dan perlu dilakukan, kata Presiden Perancis Francois Hollande, tetapi Uni Eropa harus maju. Tidak ada negara yang memiliki hak veto atau pengecualian dari peraturan bersama," ujar Hollande.

Menanggulangi krisis migran yang memburuk sangat sulit bagi para pemimpin Uni Eropa. Negara- negara anggota berbeda pendapat mengenai bagaimana mengurus puluhan ribu pencari suaka yang terus mengalir ke Eropa.

Dengan menyebut pembicaraan dengan Inggris itu "sangat sulit," Ketua Uni Eropa Donald Tusk menggambarkan pertemuan dua hari itu sebagai sesuatu yang bisa merusak Uni Eropa. [sp/ii]

XS
SM
MD
LG