Tautan-tautan Akses

Camat dan Lurah Hasil Lelang Jabatan 2013 Dilantik

  • Iris Gera

Pelantikan para camat dan lurah DKI Jakarta hasil lelang jabatan 2013.(VOA/Iris Gera)

Pelantikan para camat dan lurah DKI Jakarta hasil lelang jabatan 2013.(VOA/Iris Gera)

Gubernur Jakarta Joko Widodo melantik 311 camat dan lurah hasil lelang jabatan, proses yang pertama kali terjadi dalam birokrasi Indonesia.

Setelah melalui proses seleksi sejak April lalu, sebanyak 415 pejabat pemerintahan provinsi Daerah Ibukota Jakarta , diantaranya camat dan lurah hasil seleksi lelang jabatan 2013, dilantik Kamis (27/6).

Lelang jabatan tahun 2013 untuk posisi camat dan lurah merupakan proses pertama kali terjadi di Indonesia yang dilakukan Gubernur DKI Jakarta, Joko Widodo. Proses tersebut sejak awal diyakini Joko lebih transparan sekaligus dapat menentukan kemampuan para calon camat dan lurah untuk menjadi pemimpin.

Dalam upacara pelantikan 311 camat dan lurah serta 104 pejabat eselon III dan IV pemerintahan provinsi Jakarta yang berlangsung di Balai Kota, Gubernur Joko mengatakan para camat dan lurah harus mampu mengubah kesan selama ini bahwa birokrasi di kantor kecamatan dan kelurahan rumit serta bertele-tele.

Joko juga menegaskan camat dan lurah harus mampu memberi contoh dan menjadi pemimpin bagi warganya melalui hal-hal kecil dengan melibatkan rukun warga (RW), rukun tetangga (RT) serta warga.

“Harus melayani masyarakat sebaik-baiknya karena tahun ini kita juga akan mengadakan Government Service Index (Indeks Pelayanan Pemerintah). Dari situ akan kelihatan pelayanan kita ini sudah baik, sedang atau masih kurang baik. Jika organisasi ini bisa mengerakkan masyarakat, saya kira lingkungan kita akan lebih baik lagi,”ujarnya.

“Selokan yang penuh sampah, kalau lurah mau perintahkan ke RW, RW pasti akan mengajak RT dan RT pasti akan mengajak masyarakat untuk dibersihkan, dan itu rutin.”

Gubernur Jakarta Joko Widodo menerima penghargaan dari Jaya Suprana dari Museum Rekor Indonesia (MURI) berkat upacara pelantikan massal camat dan lurah. (VOA/Iris Gera)

Gubernur Jakarta Joko Widodo menerima penghargaan dari Jaya Suprana dari Museum Rekor Indonesia (MURI) berkat upacara pelantikan massal camat dan lurah. (VOA/Iris Gera)

Camat dan lurah hanya di dalam pengawasan manajemen untuk menggerakkan, ujar Joko.

“Hal-hal yang kecil yang berkaitan dengan lingkungan, PKL (pedagang kaki lima) misalnya kalau memang tidak berada pada tempat yang betul, kalau baru satu segera ditegur jangan sampai sudah seribu baru kita bingung menyelesaikannya. Kemacetan jangan sampai berpikiran macet itu urusannya Dinas Perhubungan. Tidak, yang punya wilayah juga mempunyai tanggung jawab untuk itu,” ujar Joko.

Lurah termuda hasil seleksi lelang jabatan 2013, Anju Stovia, 36, berpendapat proses lelang jabatan, positif karena berlangsung transparan. Melalui proses tersebut, menurut Lurah Melawai itu, para camat dan lurah dituntut memiliki program kerja sehingga dapat dikritik masyarakat jika menyimpang.

“Kita bisa tahu ada indikator yang jelas, dari mulai tes pertama manajemen dan bidang juga sudah bisa cukup membuktikan dan semoga kami bisa bekerja dengan baik dan bisa melayani. Target saya untuk memenuhi Government Service Index, saya mendapatkan wilayah di Melawai, itu kawasan bisnis niaga, jadi kaitannya dengan pelayanan izin usaha,” ujarnya.

“Nilai itu tidak bisa membohongi ya. Saya berharap ada perubahan dengan kinerja. Mungkin kemarin-kemarin lurah-lurah masih ada yang kurang stabil, sekarang dengan adanya tes kompetensi ini bisa meningkatkan kinerja lurah. Target saya pelayanan prima yang mudah, cepat dan akurat,” ujarnya.

Peserta yang ikut dalam proses seleksi lelang jabatan 2013 adalah sekitar 1.500 orang. Camat dan lurah yang terpilih diberi waktu enam bulan bekerja untuk selanjutnya dilakukan evaluasi awal kerja.

Upacara pelantikan massal camat dan lurah DKI Jakarta juga berhasil meraih penghargaan dari Museum Rekor Dunia Indonesia (MURI) karena belum pernah terjadi sebelumnya di Indonesia.

Tunjukkan komentar

XS
SM
MD
LG