Tautan-tautan Akses

Buya Syafii Luncurkan Biografi “Muazin Bangsa dari Makkah Darat”

  • Budi Nahaba

Gubernur DKI, Basuki T. Purnama atau Ahok (kiri) dan Pimpinan KPK Taufiequrachman Ruki (kanan) mendampingi Buya Syafii Maarif dalam Peluncuran Buku di Bentara Budaya, Jakarta hari Jumat, 3/7 (VOA/Nahaba).

Gubernur DKI, Basuki T. Purnama atau Ahok (kiri) dan Pimpinan KPK Taufiequrachman Ruki (kanan) mendampingi Buya Syafii Maarif dalam Peluncuran Buku di Bentara Budaya, Jakarta hari Jumat, 3/7 (VOA/Nahaba).

Pemuka muslim Buya Syafii hari Jumat (3/7) di Jakarta, menggelar diskusi kebangsaan dan peluncuran buku berjudul “Muazin Bangsa dari Makkah Darat” sebuah biografi Ahmad Syafii Maarif.

Pemuka umat muslim, mantan Ketua Pengurus Pusat Muhamadiyah Profesor Ahmad Syafii Maarif atau Buya Syafii mengatakan, dalam bukunya ia memuat pesan dan pandangannya terkait berbagai tantangan yang masih diemban pemimpin dan rakyat dalam menjaga keutuhan bangsa (NKRI) di masa depan.

Dalam bukunya, Buya Syafii menyerukan persatuan kesatuan rakyat dan pemimpin, terutama dalam mencegah berbagai potensi krisis dalam kehidupan berbangsa dan bernegara.

“Bangsa ini, Bangsa Indonesia, bangsa kita semua, saya berharap keutuhan bangsa ini bisa bertahan sampai sehari sebelum kiamat. Itu hanya mungkin dicapai, kalau elit kita, baik elit ekonomi, politik dan agama bersatu,” ungkapnya.

Tantangan-tantangan terkait pemberantasan korupsi, kemandirian ekonomi, energi dan pangan, tambah Buya Syafii, menjadi tugas penting yang dihadapi para pemimpin dalam mewujudkan kesejahteraan masyarakat multi aspek, termasuk memperkuat kebhinekaan Indonesia.

"Mau menjadi manusia siuman, siuman secara moral, sebab saya kira kita ini masih pingsan saat ini, jadi bangkitlah dan berpegang teguh dengan pandangan dalam konsep humanity is one, manusia itu bersatu seperti yang dilakukan oleh para pendahulu kita, saling menghormati, tidak saling menggusur, tak saling melukai, semua ini cara kita mempertahankan bangsa ini,” lanjut Syafii.

Buya Syafii mengatakan, mempererat persatuan, menjaga khebinekaan dan nilai-nilai kemanusiaan menjadi landasan kehidupan bernegara dan berbangsa, sehingga Indonesia terhindar dari berbagai krisis.

Kegiatan diksusi kebangsaan dan peluncuran buku berjudul “Muazin Bangsa dari Makkah Darat” sebuah biografi Ahmad Syafii Maarif berlangsung di Bentara Budaya Kawasan Palmerah Jakarta Jum’at (3/7),kegiatan peluncuran buku setebal lebih 400 halaman itu dihadiri para pemuka agama-agama, praktisi pendidikan, pejabat pemerintah dan kalangan muda dari berbagai sekolah dan kampus di tanah air. Kegiatan diskusi diakhiri dengan buka puasa bersama.

Seorang pelajar SMU terkemuka di Jakarta, Angela (15) menyampaikan pandangannya terkait kontribusi kaum muda dalam mempertahankan nilai-nilai kemanusiaan dan kebangsaan.

“Saya berharap generasi saya mendatang lebih rukun harmonis, menampilkan relasi kehidupan beragama yang ramah dan bukan yang marah, kita bangsa Indonesia bangsa yang dikenal cukup ramah di mata dunia,” tuturnya.

Praktisi pendidikan dan kewirausahaan, Rifki Muna menyorot peran tokoh muslim dan para pemuka agama-agama sebagai tauladan demi mewujudkan kesejahteraan di Indonesia.

“Tantangan kebhinekaan kita salah satu masalah serius, dan Buya Syafii salah satu teladan ketika Indonesia gelap, Buya Syafii memberi semangat kita semua agar bisa terus berjalan, berkontribusi bagi bangsa dan negara,” kata Rifki.

Gubernur DKI Basuki Tjahaja Purnama (Ahok), hadir dalam diskusi kebangsaan dan launching buku itu mengatakan, bahwa pemuka-pemuka muslim punya peran cukup besar dalam pembangunan.

“Buya Syafii bukan hanya rujukan umat muslim di Minangkabau, namun di Indonesia, lebih menerima perbedaan dan memberi opsi solusi dalam mengatasi masalah-masalah pembangunan,” ujar Ahok.

Analis mengatakan, Indonesia dengan populasi muslim terbesar dunia dinilai sedang berjuang mengatasi masalah-masalah konflik sosial yang ada, terutama mengakhiri praktik-praktik yang diduga diskriminatif yang menimpa penganut Ahmadiah, soal pendirian rumah ibadah dan sejumlah regulasi lokal (peraturan daerah) yang perlu disempurnakan agar lebih relevan dengan hak asasi manusia, kebebasan dan prinsip-prinsip kemanusian yang berlaku universal.

Sebagai negara demokrasi terkemuka, Indonesia dinilai punya peran strategis dan menjadi model bagi banyak negara dalam mewujudkan kerukunan antar umat beragama, sementara melalui peran-peran diplomasinya Indonesia dinilai cukup mampu menjaga stabilitas kawasan dan berkontribusi besar dalam mewujudkan perdamaian dunia.

Tunjukkan komentar

XS
SM
MD
LG