Tautan-tautan Akses

Pasukan Burundi Tewaskan 12 Penyerang Pangkalan Militer


Pasukan Burundi melakukan patroli di ibukota Bujumbura (foto: dok).

Pasukan Burundi melakukan patroli di ibukota Bujumbura (foto: dok).

Juru bicara militer Burundi mengatakan 21 penyerang lainnya ditangkap bersama beberapa senjata dan bahan peledak.

Kawanan bersenjata di Burundi melancarkan serangan terkoordinasi terhadap tiga pangkalan militer di ibukota itu hari Jumat (11/12), memicu tembak menembak yang menewaskan sekurangnya 12 penyerang.

Juru bicara militer Burundi, Kolonel Gaspard Baratuza dalam sebuah pernyataan mengatakan 21 penyerang ditangkap bersama beberapa senjata dan bahan peledak.

Ia mengatakan lima tentara cedera. Meski demikian, para tentara yang tidak mau disebutkan namanya mengatakan sekurangnya tiga tentara tewas.

Menurut juru bicaranya, Sekjen PBB Ban Ki-moon mengatakan kekerasan itu beresiko “semakin tidak menstabilkan situasi di Burundi”. Ban mendesak “pemimpin kelompok-kelompok ini dan pihak berwenang menahan diri dari peningkatan kekerasan lebih jauh”, dan menambahkan bahwa “siapapun yang bertanggung jawab memerintahkan atau melakukan pelanggaran HAM akan diadili.

Kawanan bersenjata itu menyerang pangkalan militer Bujumbura sekitar pukul 4 dini hari Jumat.

Penasehat media kepresidenan Willy Nyamitwe menulis pesan di Twitter bahwa serangan-serangan itu merupakan sebuah “usaha pengalihan” oleh para penyerang yang hendak membebaskan para tahanan di kamp-kamp militer.

Ia kemudian menulis pesan bahwa situasi di ibukota itu kembali normal dan pemerintah tidak menyatakan negara dalam keadaan darurat.

Burundi dilanda pergolakan sejak bulan April ketika presiden negara itu mengumumkan ia ingin mencalonkan diri untuk masa jabatan ketiga. Para pengecam mengatakan ia melanggar konstitusi yang membatasi masa jabatan dua periode serta perjanjian yang mengakhiri 12 tahun perang saudara di Burundi. [my/jm]

XS
SM
MD
LG