Tautan-tautan Akses

Wakil Menlu AS: AS Tak Akan Paksakan Demokrasi di Mesir


Wakil Menlu AS, William Burns mengatakan Senin (15/7), pemerintah AS tidak akan memaksakan model demokrasinya di Mesir (foto: dok).

Wakil Menlu AS, William Burns mengatakan Senin (15/7), pemerintah AS tidak akan memaksakan model demokrasinya di Mesir (foto: dok).

Wakil Menlu AS, William Burns yang tengah berkunjung ke Kairo mengatakan Senin (15/7), pemerintah AS tidak akan memaksakan model demokrasinya di Mesir.

Wakil Menteri Luar Negeri Amerika William Burns mengatakan Amerika tidak akan memaksakan model demokrasinya di Mesir dan hanya rakyat Mesir yang dapat menentukan masa depan mereka sendiri.

Burns bertemu di Kairo hari Senin (15/7) dengan para pemimpin pemerintah sementara yang dikendalikan militer sementara Mesir berupaya bergerak maju dengan rencana transisi. Ikhwanul Muslimin dan warga Mesir lainnya terus memprotes penggulingan Presiden Mohamed Morsi kurang dari dua minggu lalu.

Tentara Mesir mengatakan akan merespon dengan "kekuatan senjata" jika demonstran mencoba mendekati atau masuk ke pangkalan-pangkalan militer.

Burns, pejabat senior Amerika pertama yang mengunjungi Mesir sejak militer menggulingkan Morsi, mengatakan ia "tidak datang untuk menguliahi siapa pun."

((Opt ACT Burns))
"Pesan saya sederhana: Amerika tetap berkomitmen demi keberhasilan demokrasi dan kemakmuran Mesir. Kami ingin Mesir yang kuat, Mesir yang stabil, demokratis, inklusif dan toleran."

Dia mengatakan kepada wartawan bahwa Mesir tidak mungkin mengulangi tragedi seperti di Suriah karena pemimpin Mesir "memahami bahaya polarisasi," dan menambahkan bahwa kunci menuju kesuksesan adalah "mengikutsertakan semua kelompok dalam transisi politik."

Burns juga diperkirakan akan bertemu dengan para pemimpin masyarakat dan bisnis dalam kunjungannya di Kairo, yang berlangsung sampai Selasa.

Tunjukkan komentar

XS
SM
MD
LG